Gantikan Chevron, Perusahaan Italia Mulai Garap Proyek IDD di Akhir 2022

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, perusahaan asal Italia, Eni S.p.A akan mengambil alih penggarapan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Diketahui, proyek ini sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Gantikan Chevron, Perusahaan Italia Mulai Garap Proyek IDD di Akhir 2022
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, perusahaan asal Italia, Eni S.p.A akan mengambil alih penggarapan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Diketahui, proyek ini sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

"Eni juga akan menjalankan (investasinya) mudah-mudahan akan (bergerak) akhir tahun ini atau awal tahun depan akan bisa menjalankan IDD di Selat Makassar. Untuk pembangunan (sudah) bisa jalan (dalam waktu dekat)," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (13/12).

IDD adalah sebuah proyek pengembangan pada lima lapangan gas di laut yakni dengan kedalaman 975 meter hingga 1.785 meter. Proyek tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas pasar domestik dan juga Kilang LNG bontang.

Kemudian PT Chevron ini pada tahun 2016 berencana untuk mengembangkan proyek gas IDD. Namun pada tahun 2018 Chevron mundur dari proyek gas IDD.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebut Pengembangan proyek gas IDD saat ini sudah ada penggantinya. Sebelumnya proyek gas IDD dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yakni sebagai pemegang operator proyek pengembangan gas.

"IDD pemegang ini adalah Chevron, dan Chevron sudah memutuskan untuk off dari proyek IDD ini, dan sekarang sudah ada penggantinya," ujar Dwi, dalam rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (16/11).

Karena sudah memiliki calon pengganti, saat ini sedang dalam proses dan dijanjikan pada akhir tahun ini ada perubahaan operator shift dan proyek IDD bisa mulai jalan tahun depan. "Dan dijanjikan akhir tahun ini ada perubahan operator shift" terang Dwi.

Proyek besar ini akan memproduksi gas yakni sebesar 884 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). "Jadi IDD ini ada 844 juta standar kubik per hari rencana produksinya cukup besar," tutur Dwi.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi