Ridwan Kamil Soal Penolakan Kompor Listrik: Watt-nya Masih Tinggi Sekali

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut program migrasi kompor listrik masih akan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sebab, daya yang dibutuhkan kompor listrik di pasaran masih terlalu tinggi.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ridwan Kamil Soal Penolakan Kompor Listrik: Watt-nya Masih Tinggi Sekali
ridwan kamil. ©2022 Merdeka.com/humas pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut program migrasi kompor listrik masih akan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sebab, daya yang dibutuhkan kompor listrik di pasaran masih terlalu tinggi.

"Kompor listrik yang ada di pasaran ini watt-nya masih tinggi sekali. Jadi ibarat mau masak indomie tapi harus matiin listrik rumah se-kosan, nah ini tidak populer," tutur Ridwan saat ditemui di Hotel Holiday Inn Bandung, Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Senin (3/10).

Ridwan mengatakan program ini bisa terealisasi asalkan telah ditemukan teknologi baru. Agar daya watt kompor listrik lebih rendah dan proses memasaknya tidak terlalu lama.

"Makanya sebelum ada teknologi kompor listrik rendah daya, kampanye ini agak susah (terealisasi)," ungkap Emil sapaan akrabnya.

Sementara itu dari sisi sumber energinya, kata Emil, justru berlebih. Bahkan program migrasi kompor listrik tersebut berangkat dari PLN yang kelebihan suplai.

"Jadi sumber listrik kita ini berlimpah makanya kemarin ada wacana bikin (program migrasi) kompor listrik," kata dia.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi menghentikan uji coba program pengalihan kompor elpiji kemasan 3 kilogram ke kompor listrik. Menyusul, sorotan tajam sejumlah pihak terkait kemampuan daya listrik pelanggan kelompok miskin.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan, uji coba program pengalihan kompor LPG kemasan 3 kilogram ke kompor listrik telah dihentikan. Hal ini sesuai kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

"Sesuai dengan Rakornas, kan dihentikan sementara," kata Pahala kepada wartawan di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (28/9).

Meski begitu, Pahala enggan menjawab terkait kelangsungan nasib kompor listrik gratis yang telah dibagikan maupun yang masih ada dalam stok PLN. Pahala meminta awak media menanyakan hal tersebut ke pihak PLN.

"Mungkin itu ditanyakan ke pihak PLN," sahut Pahala sambil berlalu meninggalkan awak media.

Rekomendasi