Ini Faktor Buat Sulitnya Penerapan Kompor Listrik di Indonesia

Masyarakat Indonesia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi memasak dengan menggunakan kompor listrik.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ini Faktor Buat Sulitnya Penerapan Kompor Listrik di Indonesia
PLN Sosialisasikan Kompor Listrik. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela mengkritik rencana pemerintah yang ingin melakukan migrasi penggunaan kompor gas elpiji menjadi kompor listrik. Dia menyebutkan, penggunaan kompor listrik tidak sesuai dengan budaya memasak orang Indonesia.

"Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak. Kami di rumah saja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas, karena masakan Indonesia ya beda. Bukan (seperti) masalah orang bule yang pancinya seukuran begitu saja," ungkap Mulan saat rapat di Komisi VII DPR RI, dikutip Sabtu, (24/9).

Hal senada juga diungkapkan Ekonom Bhima Yudhistira. Dia menilai masyarakat Indonesia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi memasak dengan menggunakan kompor listrik.

Bhima menyebut ini tidak terlepas dari budaya memasak di Indonesia. "Budaya masyarakat menggunakan kompor listrik sepertinya butuh waktu lebih lama untuk dirubah," ungkap Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (24/9).

Aspek budaya ini kata Bhima, tidak hanya berlaku bagi masyarakat kelas menengah ke bawah atau miskin. Melainkan juga kepada rumah tangga kalangan menengah atas.

"Jangankan orang miskin, kelompok menengah atas sebenarnya juga sudah mengenal kompor listrik sejak lama," kata dia.

Orang Kaya Kembali Gunakan Kompor Gas

Rumah tangga kelas atas sudah sejak lama mengenal kompor listrik. Beberapa dari mereka pun sudah pernah mencoba menggunakan kompor induksi.

Hanya saja, pada akhirnya mereka kembali menggunakan kompor gas LPG karena kompor induksi kurang kompatibel untuk budaya memasak di Tanah Air.

"Mereka (kalangan menengah atas) nyaman pakai LPG karena proses memasak yang lebih cepat," kata Bhima.

Untuk itu dia menilai rencana pemerintah untuk melakukan migrasi ke kompor listrik perlu dikaji ulang. Dia khawatir masyarakat yang menjadi sasaran dari program ini juga mengalami hal serupa.

"Saya khawatir uji coba dari penggunaan kompor listrik akan kembali lagi pakai kompor LPG karena memasak lebih cepat," pungkasnya.

Rekomendasi