Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Erick Thohir menegaskan bahwa investasi menjadi komponen penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19. Termasuk di pasar modal syariah.
Menurut Erick, aktivitas investasi di pasar modal syariah Indonesia sendiri telah dilegalkan oleh pemerintah sejak tahun 1997 silam. Hal ini ditandai dengan penerbitan reksa dana syariah untuk yang pertama kali.
"Yang tentu ini semakin membuktikan peranan penting (pasar modal) syariah bagi perekonomian Indonesia," ujarnya dalam Talkshow bertajuk 25 Tahun Perjalanan Pasar Modal Syariah Indonesia di Jakarta, Selasa (12/4).
Terlebih, realisasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah mampu mengalahkan sistem konvensional selama pandemi berlangsung. Hal ini ditandai dengan peningkatan aset, pembiayaan, hingga pertumbuhan dana pihak ketiga yang lebih tinggi dibandingkan industri keuangan konvensional.
Oleh karena itu, Erick mengajak seluruh pihak terkait dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi dalam negeri termasuk di pasar modal syariah. Mengingat, pasar modal syariah memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang seiring meningkatnya literasi masyarakat akan industri keuangan dan ekonomi syariah.
"Bukti dari perjalanan, pengalaman, dan sejarah pasar modal syariah ini tentunya harus kita teruskan hingga ke generasi berikutnya," tutupnya.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, optimis Indonesia akan menempati peringkat ke-4 di dunia dalam perkembangan ekonomi syariah pada tahun 2045. Hal itu disampaikan dalam dalam acara Multaqo VII OIAA Indonesia & Seminar Nasional secara virtual, Sabtu (19/3).
"Ini akan menempatkan kita menjadi posisi secara ekonomi nomor 4 terbesar di dunia, dan kalau kita lihat ranking 1, 2, 3 nya yang umat muslim terbesar adalah Indonesia. Artinya kita akan menjadi negara muslim secara ekonomi yang terbesar di dunia pada saat itu," kata Erick.
Menteri Erick memprediksi populasi muslim dewasa di Indonesia akan tumbuh 12 persen dari 161 menjadi 184 juta orang di tahun 2025. Seiring dengan meningkatnya populasi muslim dewasa, juga dalam segi pendapatan mereka akan tumbuh untuk kategori middle class.
"Middle class kita yang muslim akan semakin kuat dari 39 persen nantinya hampir mencapai 57 persen sampai 60 persen, ini middle class ekonominya kuat ini luar biasa," ujarnya
Di sisi lain, Menteri Erick menilai ada yang menggelitik dari data lainnya ketika bicara ekonomi keislaman, yaitu tingkat konsumtif Indonesia berada diperingkat nomor 4 di dunia untuk sektor fashion, makanan, perjalanan umroh dan haji, farmasi, kosmetik dan lain-lain.