Di 2022, LPKR Diproyeksi Raup Pendapatan Capai Rp 17,1 T dan Laba Rp 233 M

Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan dua anak usahanya, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) dan PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), diprediksi terus bertumbuh di 2022. LPKR diprediksi mampu menumbuhkan pendapatan menjadi Rp17,1 triliun dengan perolehan laba bersih Rp233 miliar pada 2022.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Di 2022, LPKR Diproyeksi Raup Pendapatan Capai Rp 17,1 T dan Laba Rp 233 M
Meikarta. ©2020 Merdeka.com

Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan dua anak usahanya, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) dan PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), diprediksi terus bertumbuh di 2022. LPKR diprediksi mampu menumbuhkan pendapatan menjadi Rp17,1 triliun dengan perolehan laba bersih Rp233 miliar pada 2022.

"Ini ditopang oleh penjualan apartemen dan rumah tapak," ujar analis Ciptadana Sekuritas, Yasmin Soulisa, ditulis Rabu (29/12).

Yasmin menyebutkan proyek di Lippo Karawaci akan menopang penjualan mayoritas properti LPKR dan selanjutnya adalah Lippo Cikarang. Per September 2021, proyek di Lippo Karawaci berkontribusi terhadap 56,8 persen penjualan LPKR, sedangkan di Lippo Cikarang berkontribusi 39,5 persen.

"Penjualan di Lippo Cikarang ditopang proyek apartemen di Orange County dan rumah tapak Waterfront Estates."

Di sektor kesehatan, SILO berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan non-Covid-19 menjadi 96 persen pada September 2021. SILO pun berkontribusi 54 persen dari total pendapatan LPKR per kuartal ketiga 2021.

Ciptadana Sekuritas memprediksi SILO mencatatkan pendapatan Rp9,77 triliun dan laba Rp722 miliar pada 2022. Meningkat dari proyeksi pendapatan pada 2021 yang sebesar Rp8,12 triliun dengan laba bersih Rp622 miliar.

Selain itu, RHB Sekuritas Indonesia juga memprediksi SILO berpotensi meraih pendapatan Rp8,74 triliun dan laba bersih Rp641 miliar di tahun 2022. Pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap LPKR sebagai induk usaha.

CEO LPKR, John Riady optimistis sektor properti pada 2022, setelah mengalami pemulihan signifikan pada 2021, serta sektor kesehatan yang kian bertumbuh di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh sejumlah insentif dari pemerintah, suku bunga rendah, dan tingginya permintaan di segmen milenial.

"Bisa dibilang sektor properti selama pandemi justru dipilih menjadi sarana investasi yang fungsional oleh golongan milenial. Sektor properti masih sangat prospektif mengingat rasio kepemilikan rumah yang masih rendah di Indonesia," tegasnya.

"Di sisi lain, industri kesehatan juga merupakan mesin pertumbuhan bagi perekonomian nasional ke depan. Ke depan, masyarakat kian sadar tentang kesehatan dan pencegahan penyakit seiring imbas pandemi."

Rekomendasi