Keuangan Negatif, Garuda Indonesia Tak Masuk dalam Holding BUMN Aviasi

Direktur Utama Injourney, Dony Oskaria menjelaskan, jika dipaksakan masuk dalam holding, maka Garuda Indonesia bisa menguras keuangan BUMN-BUMN yang sehat. Sebagai gambaran saja, posisi utang Garuda Indonesia mencapai USS9,756 (sekitar Rp140 triliun).

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Keuangan Negatif, Garuda Indonesia Tak Masuk dalam Holding BUMN Aviasi
Garuda Indonesia. merdeka.com

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Aviata, atau InJourney membongkar alasan belum dimasukannya Garuda Indonesia ke dalam holding BUMN Aviasi dan Pariwisata. Salah satunya karena kondisi keuangan Garuda Indonesia belum membaik.

Direktur Utama Injourney, Dony Oskaria menjelaskan, jika dipaksakan masuk dalam holding, maka Garuda Indonesia bisa menguras keuangan BUMN-BUMN yang sehat. Sebagai gambaran saja, posisi utang Garuda Indonesia mencapai USS9,756 (sekitar Rp140 triliun).

"Garuda secara permodalan negatif cukup signifikan, kalau dilebur akan menguras seluruh perusahaan yang sehat," ujarnya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (13/12).

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Garuda Indonesia bisa tetap masuk ke dalam holding pada 2023. Dia melihat, pada periode itu restrukturisasi Garuda akan berjalan baik. Apalagi, proses restrukturisasi itu mendapat bantuan dari Kementerian BUMN.

"Karena itu, mereka menunggu proses resrukturisasi baru itu dimasukan secara finansial ke dalam holding aviasi," ujarnya.

Tunggu Penyertaan Modal

Selain itu, pihaknya juga menunggu proses PT ITDC mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah agar dimasukkan ke dalam holding Aviasi dan Pariwisata.

Untuk diketahui, Holding Aviasi dan Pariwisata terdiri dari PT Hotel Indonesia Tour, PT Sarinah, PT TWC, serta PT Angkasa Pura I dan II dan PT Survei Udara Penas. PT Survei Udara Penas yang menjadi memimpin holding tersebut.

"Secara finansial, perusahaan-perusahaan yang belum bergabung karena finansial belum disatukan, tapi dalam manajemennya sudah dilakukan di bawah holding," pungkas Dony.

Rekomendasi