Kebakaran Gedung Cyber Berdampak ke Sejumlah Aplikasi Broker Saham, Ini Detailnya

Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, setidaknya ada tiga broker yang mengkonfirmasi gangguan tersebut yakni Indo Premier Sekuritas, Ajaib, dan Korea Investment & Securities.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kebakaran Gedung Cyber Berdampak ke Sejumlah Aplikasi Broker Saham, Ini Detailnya
Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Kebakaran terjadi di Gedung Cyber, Jalan Kuningan Jakarta Selatan berdampak pada sejumlah aplikasi broker saham. Aplikasi broker saham tersebut sempat mengalami ganggun.

Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, setidaknya ada tiga broker yang mengkonfirmasi gangguan tersebut yakni Indo Premier Sekuritas, Ajaib, dan Korea Investment & Securities.

"Saat ini kami sedang menghadapi situasi force majeure di mana data center kami di Gedung Cyber Mampang mengalami kebakaran yang mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT, terganggu dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu," demikian dikutip dari laman instagram @indopremier.

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moelonoto The membenarkan mengenai hal tersebut. "Iya. Kita termasuk salah satu broker yang kena musibah itu. Tapi sudah normal," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dia mengatakan, sistem sudah berjalan normal. “Tapi sudah normal. Baru normal 15 menit lalu," kata dia. Moelonoto menuturkan, pada saat kebakaran memang data tidak bisa diakses saja.

Sementara itu, dalam akun Instagram Ajaib juga mengumumkan insiden kebakaran dan kemungkinan terjadi gangguan. "Mohon perhatian. Data center mengalami insiden kebakaran, sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi,” demikian dikutip dari fitur story pada laman instagram @ajaib_investasi.

"Saat ini pada Kamis, 2 Desember 2021, KISI MObile sedang dalam gangguan dikarenakan terjadinya kebakaran di tempat penyimpanan server Perusahaan di Gedung Cyber Park. Kami akan segera menginformasikan bilamana ada perkembangan,” demikian dikutip dari laman instagram @koreainvestment.id.

Sumber Api

Sumber api kebakaran Gedung Cyber 1, Kuningan, Jakarta Selatan berasal dari lantai 2. Yang merupakan ruangan server.

Demikian dikatakan Kasudin Penanggulangan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Herbert Pilder Lumban Gaol.

"Lantai 2 (sumber api) ruang server. Enggak merambat asap saja," kata Herbert di lokasi, Kamis (2/11). 

Dugaan kebakaran akibat arus pendek listrik. "Diduga arus pendek listrik," tambahnya.

Humas Damkar DKI Jakarta Mulat Wijayanto mengatakan satu korban meninggal dunia atas nama Seto yang merupakan seorang teknisi.

"Korban Seto laki-laki 18 tahun. Seorang teknisi meninggal dunia," kata Mulat dalam keterangannya, Kamis (2/12).

Mulat mengungkap tiga korban kebakaran, pertama Bagus (20) yang alami luka bakar. Kemudian satu laki-laki yang belum diketahui identitasnya dan tak sadarkan diri.

"Korban yang tak dasar dan meninggal dibawa ke RSUD Mampang. Sedangkan korban yang sadar dan luka-luka dibawa ke RSUD Pasar Minggu,"kata Mulat dalam keterangan tertulisnya.

Mulat masih belum bisa menjelaskan terkait penyebab jatuhnya korban pada kejadian ini. Termasuk dua orang yang masih dalam perawatan.

Sementara untuk proses penanganan, kata Mulat tim petugas Damkar masih terus berupaya mengendalikan api dan mengurai asap yang menggumpal. "Masih dalam penanganan proses pendinginan dan penguraian asap," katanya.

Sebelumnya, Terjadi kebakaran di Gedung Cyber, Jalan Kuningan Jakarta Selatan, pada Kamis (2/12). Sebanyak 22 unit mobil telah dikerahkan ke lokasi.

Adapun objek yang terbakar berada di lantai dua, dengan Pengerahan Akhir sebanyak 22 Unit Mobil bersama 100 Personel.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi