Menkop Teten: Banjar Creative Space Jadi wadah Bangkitkan Industri Kreatif Bali

Menurutnya, Balai Banjar yang biasa digunakan sebagai sentra giat adat-budaya, sosial, dan keagamaan adalah pusat aktivitas masyarakat, sehingga sangat tepat juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas produktif ekonomi warga.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menkop Teten: Banjar Creative Space Jadi wadah Bangkitkan Industri Kreatif Bali
Menkop Teten. istimewa ©2021

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut bahwa kehadiran Banjar Creative Space sangat penting untuk membangkitkan industri kreatif di Bali. Sebab, saat ini industri pariwisata di Bali sedang mengalami tantangan besar.

"Keberadaan Banjar Creative Space ini sangat penting untuk membangkitkan industri kreatif mengingat saat ini di Bali industri pariwisata sedang mengalami tantangan besar. Dari banjar juga harapannya akan muncul produk-produk unggul yang bisa di-scale up untuk didorong masuk ke pasar nasional dan internasional," kata Teten dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10).

MenkopUKM juga menyambut baik penggunaan Balai Banjar di Kabupaten Badung, Bali sebagai aktivitas produktif ekonomi masyarakat. Menurutnya, Balai Banjar yang biasa digunakan sebagai sentra giat adat-budaya, sosial, dan keagamaan adalah pusat aktivitas masyarakat, sehingga sangat tepat juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas produktif ekonomi warga.

Adapun sebanyak 4.600 Balai Banjar yang terdata di seluruh Provinsi Bali merupakan potensi jejaring infrastruktur dan sumber daya manusia untuk pengembangan UMKM.

Dengan adanya BCS, anak-anak muda kreatif yang ada di Banjar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk belajar, berlatih, berkreasi, berkolaborasi, dan membangun bisnisnya.

Teten berharap, adanya BCS ini dapat menjadi motor yang mengakselerasi transformasi digital UMKM Badung. Pasalnya, di tengah pandemi dan di era disrupsi digital, kemampuan digital UMKM menjadi sangat krusial untuk dikembangkan.

Di samping itu, Teten menegaskan bahwa perlu ada pendekatan ekosistem dari hulu ke hilir untuk transformasi digital, yakni mulai dari pelatihan, pendampingan, factory sharing, pembiayaan, dan akses pasar.

"Saya meyakini ini akan menjadi role model. Ini juga bisa menjadi inspirasi pemanfaatan banjar, pusat aktivitas warga untuk menghadirkan dampak bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Teten juga mengundang anak-anak muda kreatif di BCS untuk terus mengembangkan produk UMKM lokal dan nantinya dapat dikolaborasikan dengan Smesco Hub Timur.

"Smesco Hub Timur di ITDC Nusa Dua ini menjadi ikhtiar untuk membantu produk-produk unggul Bali dan Indonesia Timur masuk pasar ekspor. Produk berbasis agro, produk khas kesukuan, produk spa dan herbal akan menjadi produk prioritas yang difasilitasi oleh Smesco Hub Timur," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi