Menko Luhut Sebut Herd Immunity di Indonesia Tak akan Terbentuk, Ini Alasannya

Dia mengatakan, ketidakcapaian target tersebut juga disebabkan karena efektivitas atau efikasi vaksin Covid-19 masih jauh dari harapan. Di mana berdasarkan perhitungannya, jenis merek vaksin digunakan Indonesia efikasinya baru 60 persen.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Menko Luhut Sebut Herd Immunity di Indonesia Tak akan Terbentuk, Ini Alasannya
Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui, pemerintah kesulitan untuk mencapai target herd immunity. Hal ini diakibatkan karena penularan dari varian delta Covid-19 mencapai lima sampai delapan kali lebih besar dari biasanya.

"Memang kita menghadapi satu varian delta yang tidak memungkinkan kita mencapai herd immunity," kata Luhut dalam acara Upaya Bersama Memutus Pandemi Covid-19 dan Membangkitkan Ekonomi, Selasa (24/8).

Dia mengatakan, ketidakcapaian target tersebut juga disebabkan karena efektivitas atau efikasi vaksin Covid-19 masih jauh dari harapan. Di mana berdasarkan perhitungannya, jenis merek vaksin digunakan Indonesia efikasinya baru 60 persen.

"Tidak mungkin kita capai karena semua vaksin yang ada angka efektivitas atau efikasinya 60 persen. Mau Pfizer atau apa tidak ada yang bisa tahan," katanya.

Oleh karena itu, target pemerintah saat ini adalah mengendalikan Covid-19 dan tidak lagi secara herd immunity. Adapun cara pengendalian dilakukan pemerintah dibagi menjadi 3M, 3T, dan kemudian mengurangi durasi kontak.

"Kami menargetkan pada Oktober ini atau lebih awal bisa lebih terkendali dengan penerapan peduli lindungi, vaksinasi jalan, testing tracing jalan, dan pakai prokes ketat," tandasnya.

Rekomendasi