Kuartal 1-2021, Laba Bukit Asam Tergerus 44 Persen Dipicu Tingginya Curah Hujan

Direktur Utama Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto mengatakan, penurunan laba bersih tersebut akibat curah hujan tinggi di kawasan tambang sehingga menghambat aktivitas pertambangan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kuartal 1-2021, Laba Bukit Asam Tergerus 44 Persen Dipicu Tingginya Curah Hujan
batubara. Merdeka.com

PT Bukit Asam Tbk (Persero) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 44,58 persen menjadi Rp500,51 miliar pada triwulan I-2021 dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp903,25 miliar.

Direktur Utama Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto mengatakan, penurunan laba bersih tersebut akibat curah hujan tinggi di kawasan tambang sehingga menghambat aktivitas pertambangan.

"Pendapatan dan laba menurun karena tidak tercapainya kinerja operasional akibat kondisi hujan cukup tinggi di daerah Tanjung Enim dan sekitarnya," kata Suryo dikutip dari Antara, Jumat (30/4).

Selama kuartal I 2021, Bukit Asam juga mencatatkan volume produksi batu bara 4,5 juta ton. Volume produksi itu lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 5,5 juta ton.

Sementara itu, volume penjualan batu bara perseroan dalam periode yang sama tercatat mencapai 5,9 juta ton atau turun 13,23 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 6,8 juta ton.

"Curah hujan tinggi memberatkan operasional tambang karena pasca hujan ada momen slippery, yaitu jeda waktu tunggu 2-4 jam," kata Suryo.

Optimistis Kuartal II

Dia optimistis Bukit Asam bisa menorehkan kinerja yang positif pada kuartal II-2021 karena musim kemarau mulai tiba, sehingga perseroan bisa memaksimalkan aktivitas pertambangan batu bara.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham PTBA itu membukukan pendapatan sebesar Rp3,99 triliun pada triwulan I-2021.

Perolehan pendapatan tersebut turun 22 persen dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp5,12 triliun.

Rekomendasi