PT PP Kantongi Kontrak Rp17,42 Triliun Hingga Pertengahan November 2020

Proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan pekan ketiga November 2020 antara lain Smelter Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp3,23 triliun, RDMP JO sebesar Rp1,80 triliun, SPAM Pekanbaru-Kampar sebesar Rp1,26 triliun, Bogor Heritage Apartment sebesar Rp1,17 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PT PP Kantongi Kontrak Rp17,42 Triliun Hingga Pertengahan November 2020
Smelter. ©Liputan6.com

BUMN konstruksi dan investasi nasional, PT PP (Persero) Tbk mencatat sudah meraih kontrak baru sebesar Rp17,42 triliun sampai dengan minggu ketiga November 2020. Kontrak pekerjaan tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan pekan ketiga November 2020 antara lain Smelter Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp3,23 triliun, RDMP JO sebesar Rp1,80 triliun, SPAM Pekanbaru-Kampar sebesar Rp1,26 triliun, Bogor Heritage Apartment sebesar Rp1,17 triliun.

Kemudian Sirkuit Mandalika sebesar Rp817 miliar, Sport Centre Banten Rp794 miliar, SGAR Alumina Rp660 miliar, RDMP Reguler Rp576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp412 miliar, Bendungan Tiu Suntuk Paket II Rp304 miliar dan sebagainya.

"Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp7,42 triliun sampai dengan pekan ketiga November2020," kata Direktur Utama Novel Arsyad dikutip di Jakarta, Selasa (24/11).

"Pekan lalu, Perseroan telah melakukan penandatanganan proyek-proyek baru yang berhasil diraih oleh Perseroan, yaitu penandatanganan pembangunan Smelter Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp3,23 triliun dan Bendungan Tiu Suntuk Paket II Rp304 miliar," lanjut dia.

Jenis dan Tipe Pekerjaan

Sampai dengan minggu ketiga November 2020, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 26,18 persen, Industri sebesar 22,98 persen, Oil & Gas sebesar 15,32 persen, Jalan & Jembatan sebesar 14,10 persen, Irigasi sebesar 9,73 persen, Power Plant sebesar 6,47 persen, Dam sebesar 2,36 persen, Airport sebesar 2,09 persen dan Railway sebesar 0,78 persen.

"Perseroan masih terus mengejar perolehan kontrak baru di tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan," tutup Novel.

Rekomendasi