Konsep LEC, Ekonomi Produktif dan Masyarakat Tetap Sehat

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro memahami Indonesia saat ini tengah mengalami disrupsi akibat pandemi Covid-19. Bahkan dalam pertumbuhan ekonomi pun sudah mengalami penurunan signifikan, dan berpotensi memasuki resesi.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Konsep LEC, Ekonomi Produktif dan Masyarakat Tetap Sehat
Bambang Brodjonegoro. ©2019 Humas Kementerian PPN/Bappenas

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro memahami Indonesia saat ini tengah mengalami disrupsi akibat pandemi Covid-19. Bahkan dalam pertumbuhan ekonomi pun sudah mengalami penurunan signifikan, dan berpotensi memasuki resesi.

"Intinya kita tinggal menunggu pengumuman dari Badan Pusat Statistik mengenai kinerja perekonomian di triwulan 3," kata dia dalam webinar, Rabu (23/9).

Oleh karena itu, untuk menangkal pelemahan yang terjadi maka harus dilakukan berbagai upaya agar Indonesia bisa bertahan di dalam masa pandemi ini. Salah satunya dengan menyiapkan pondasi yang kuat untuk perekonomian pasca pandemi.

Dia pun menawarkan solusi agar bisa memitigasi dampak ekonomi yang pasti signifikan terkoreksi akibat pandemi. "Kami menawarkan dari segi teknologi, pendekatan less contact economy (LEC) atau ekonomi minim kontak," kata dia.

Ekonomi minim kontak merupakan kondisi gabungan antara masyarakat yang ingin kegiatan ekonomi berjalan, tetapi pada saat yang sama menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Dengan begitu, ekonomi tetap produktif dan masyarakat tetap sehat.

"Maka solusinya ekonomi minim kontak yang ditandai dengan hyper connectivity antar manusia, tapi tidak lagi secara fisik atau tatap muka, tapi melalui teknologi informasi dan komunikasi," ujar Bambang.

Karena, menurutnya, jika kembali ke masa lalu, masyarakat masih berharap ekonomi akan seperti kondisi sebelum ada pandemi sulit. Karena memakan waktu lama apalagi penyebaran wabah Covid-19 tampak masih tinggi.

"Artinya jangan sampai new normal itu diartikan back to the past," ujarnya.

Rekomendasi