Terapkan Protokol Kesehatan, Masyarakat Diminta Tak Takut Didatangi Petugas Sensus

Mulai 1 September 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk secara manual. Sebelumnya, telah dilakukan sensus secara online pada 15 Februari sampai dengan 29 Mei 2020 dengan 51,4 penduduk telah ikut berpartisipasi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Terapkan Protokol Kesehatan, Masyarakat Diminta Tak Takut Didatangi Petugas Sensus
Kepala BPS Suhariyanto. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Mulai 1 September 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk secara manual. Sebelumnya, telah dilakukan sensus secara online pada 15 Februari sampai dengan 29 Mei 2020 dengan 51,4 penduduk telah ikut berpartisipasi.

Sebagai informasi, ada dua perubahan mendasar dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020 ini. Dimana untuk pertama kalinya, sensus penduduk 2020 menggunakan metode kombinasi dengan data Dukcapil sebagai data dasar. Dan untuk pertama kalinya pula, digunakan Sensus Penduduk online.

Seiring dengan perkembangan pandemi covid-19 saat ini, BPS menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir jika didatangi petugas. Sebab, BPS akan membekali petugas yang berada di lapangan senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

"BPS sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan petugas sensus maupun responden dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh petugas sensus harus melakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan petugas sensus sebelum terjun ke lapangan," beber Kepala BPS, Suhariyanto dalam Kick Off Sensus Penduduk September 2020, Senin (31/8).

Saat terjun ke lapangan, petugas diwajibkan menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer, serta wajib menerapkan physical distancing saat bertemu dengan responden.

"Dengan demikian, kami berharap masyarakat yakin dan dapat menerima petugas, tanpa harus takut akan terpapar virus Covid-19 dari petugas yang datang untuk mendata," imbuhnya.

Gelar Sensus Penduduk Secara Tatap Muka

Suhariyanto secara resmi melakukan peresmian awal atau kick off sensus penduduk 2020. Kick off tersebut sebagai tanda dimulainya sensus penduduk secara tatap muka mulai 1 September 2020.

"Acara kick off ini menunjukkan semangat kita untuk menyukseskan sensus penduduk 2020 tidak akan pernah surut oleh pandemi Covid-19," ujar Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan, di tengah berbagai kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sedang dihadapi seluruh dunia, Indonesia harus tetap optimis. Di masa adaptasi kebiasaan baru ini, semua harus yakin bahwa kegiatan tetap bisa dijalankan dengan lancar.

"Kuncinya adalah menerapkan cara-cara yang tidak biasa dengan jalan mengubah proses bisnis yang mengedepankan protokol kesehatan dengan tetap mematuhi 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. InsyaAllah dengan penerapan tersebut semua kegitaan dapat kita lakukan dan bisa terhindar dari Virus Covid," jelasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi