Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meyakini sektor pertanian mampu terus tumbuh positif di masa pandemi Covid-19. Maka dari itu, sektor pertanian berpeluang besar menjadi penyelamat ekonomi nasional Indonesia.
"Pertanian dari resesi yang ada tidak pernah terdampak besar. Paling tidak, dampak yang ditimbulkan relatif kecil. Data BPS mencatat kinerja ekspor pertanian mampu tumbuh sebesar 15,4 persen pada kuartal II tahun ini. Dan akan terus tumbuh positif saya kira," jelas dia dalam webinar, Kamis (13/8).
Menteri Syahrul mengatakan berbagai komoditas pangan yang dihasilkan sektor ini bagian dari kebutuhan pokok manusia. Sehingga faktor permintaan akan terjaga dengan baik kendati dalam situasi sulit.
Terlebih lagi, dalam masa kedaruratan kesehatan akibat pandemi ini kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat. Imbasnya permintaan akan kebutuhan pangan dapat terus tumbuh baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Advertisement
Kendati demikian, dia menyadari jika dampak pandemi Covid-19 juga membawa perubahan yang signifikan terhadap perilaku konsumen. Seperti tren pembelian produk pertanian harus dalam kondisi baik dan steril.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh petani untuk lebih meningkatkan protokol kesehatan mulai dari bercocok tanam hingga pemanenan. Tak hanya petani, pelaku usaha di sektor pertanian juga diminta menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas bisnisnya.
"Kami terus koordinasikan untuk terus menyiapkan pertanian, agar dapat memenuhi food safety. Ini bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dengan protokol kesehatan itu," tutupnya.