Perusahaan financial technology (fintech), Modalku sadar betul jika diperlukan usaha ekstra untuk mempertahankan kegiatan usaha di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menekan potensi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di tengah pandemi ini.
Untuk diketahui, sampai saat ini Tingkat Keberhasilan 90 Hari (TKB90) Modalku di Indonesia sebesar 98,48 persen atau masih di bawah 1 persen. Capaian tersebut ditargetkan dapat stabil sampai akhir tahun ini.
Co-Founder & COO Modalku, Iwan Kurniawan, pun membeberkan beberapa tips agar mencatat rasio NPL yang stabil di tengah mengganasnya pandemi covid-19. Pertama, Modalku menerapkan responsible lending sebagai bentuk mitigasi resiko perusahaan.
"Ini bagian dari upaya Modalku dalam melakukan penilaian terhadap UMKM di Indonesia. Juga sekaligus melihat kemampuan finansial borrower dalam membayarkan pinjaman," tegas dia dalam virtual press conference Modalku, Rabu (29/7).
Selain itu, untuk mencegah default Modalku meningkatkan proses penilaian melalui assessment, monitoring, dan collection. Assessment sendiri dilakukan oleh tim khusus secara menyeluruh saat dilakukan pengajuan pinjaman.
"Assesment bertujuan memastikan borrower memiliki kemampuan untuk membayar pinjaman. Di mana assesment tetap dilakukan secara hati-hati," jelasnya.
Advertisement
Ketiga, monitoring. Di mana setelah pinjaman dicairkan, Modalku akan melakukan monitoring secara rutin. Antara lain dengan berkomunikasi secara terjadwal dengan borrower untuk memastikan kelancaran usaha.
Akan tetapi, ketika borrower terlambat dalam membayar atau mempunyai masalah dalam menjalankan usaha. Modalku juga berkomitmen untuk mencari solusi bersama atas pemenuhan kewajiban melalui aktivitas collection.
"Melalui tim collection ini akan diupayakan untuk peminjam dapat melakukan pelunasan. Antara lain melalui solusi yang bersifat win-win solution," ujarnya.
Memaksimalkan tips itu, sambung Iwan, Modalku optimis untuk menjaga Tingkat Keberhasilan 90 Hari (TKB90) sampai akhir tahun 2020 nanti. Mengingat pihaknya juga terus melakukan pemantauan sekaligus mitigasi risiko.
"Tak heran jika Modalku akan terus memantau angka NPL sesuai target. Terutaman dengan pengetatan mitigasi risiko," ujarnya.