Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ansyori Siregar, mengapresiasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang menerapkan tiga mekanisme pengurusan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) bagi pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19. Ansyori menyebut, mekanisme tersebut tergolong istimewa.
Tiga mekanisme pengajuan klaim JHT yang diterapkan BPJamsostek yakni pertama, secara online melalui Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). Pekerja dapat mendaftar pengajuan klaim JHT tanpa datang ke kantor BPJamsostek.
Kedua, dengan cara kolektif. Perusahaan yang melakukan PHK dapat menjadi perwakilan seluruh pekerjanya dalam pengurusan pengajuan klaim JHT.
Terakhir, melalui sistem biasa pengurusan mendatangi kantor BPJamsostek dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19.
"Tiga cara itu rasanya amat bagus. Menunjukkan BPJamsostek benar-benar melakukan tanggung jawab sosialnya ke pesertanya yang terkena kesulitan ekonomi pada situasi sekarang," ujar Ansyori, Sabtu (27/6).
Ansyori menilai, sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJamsostek memiliki kepekaan solusi yang cepat menghadapi gelombang krisis.
"Apalagi pekerja adalah kelompok utama yang merasakan dampak krisis ekonomi akibat virus Covid-19. PHK sudah banyak terjadi. Tiga layanan BPJamsostek tentu membantu mereka," pungkas Ansyori.
Advertisement
Jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan kerja (PHK) diprediksi akan meningkat cukup signifikan. Peningkatan pekerja yang di-PHK tersebut secara tidak langsung berimbas pada melonjaknya jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Pelayanan Badan Penjamin Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Krishna Syarif, mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk mengantisipasi lonjakan klaim JHT dari PHK.
"Kami mengerti kondisi yang dihadapi teman-temen pekerja yang ter-PHK sebagai dampak pandemi Covid-19. Kami pastikan BPJamsostek tetap beroperasi normal melayani peserta, melalui metode Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik)," kata Khrishna dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5).
Dia menyatakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi. "BPJamsostek juga telah melakukan simplifikasi prosedur Lapak Asik. Bentuk simplifikasi tersebut antara lain, verifikasi dengan videocall hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih sangat diragukan," ujarnya.
Selain itu dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap Kantor Cabang, BPJamsostek telah menambah jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta, termasuk memobilisasi dari unit kerja non-pelayanan.
Krishna pun menjamin bahwa seluruh penyempurnaan proses Lapak Asik tersebut tetap mengedepankan kehati-hatian, keamanan data peserta, dan prinsip-prinsip good governance. BPJamsostek juga telah menyediakan fasilitas "Lapak Asik offline" di setiap kantor cabangnya, bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik secara online.
Meski demikian, Krishna tetap menimbau agar sebisa mungkin peserta melakukan seluruh proses klaimnya dari rumah, karena jauh lebih praktis dan terhindar dari risiko terpapar virus Covid-19.
Dengan disediakannya beberapa pelayanan yang disediakan oleh BPJamsostek, Khrishna mengimbau agar peserta klaim, tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga atau calo yang berpotensi mencuri data diri peserta.
"BPJamsostek juga telah mengantisipasi tindakan para calo yang telah mengambil hak antrean peserta pada prosedur Lapak Asik. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir," pungkasnya.