Pemerintah Provinsi Jawa Barang melakukan refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi virus corona di daerah tersebut. Lebih dari 70 persen anggaran infrastruktur dialihkan untuk penanganan dan penanggulangan covid-19. Hal ini berpengaruh pada target pengerjaan proyek yang sudah ditentukan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, A Koswara mengatakan, alokasi APBD untuk dinasnya sebesar Rp1,55 triliun. Jumlah itu mengalami penurunan karena sebagian besar dilakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 hingga menyisakan 23,9 persen.
"Jadi, asalnya anggaran belanja langsung (dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat) sebanyak Rp1,55 triliun, kini menjadi Rp371 miliar. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap target-target kerja kita," kata Koswara di Gedung Sate, Selasa (23/6).
Dia menyebut bahwa rencananya akan ada 90 paket kegiatan lelang untuk tahun ini. Namun yang masih berjalan dan menjadi kontrak terselesaikan tinggal enam paket, sehingga 84 paket yang tersisakan dan dialihkan ke 2021.
Lalu, kegiatan yang tersisa di 2020 tinggal ada 4 proyek yang masih berjalan, di antaranya fly over di Jalan Jakarta dan fly over di Jalan Laswi. Kedua proyek di Kota Bandung ini ditargetkan selesai akhir 2020. Selain itu, jembatan di Leuwigajah, Cimahi yang pengerjaannya dilakukan bertahap dari rencana diselesaikan tahun ini. Sisa pengerjaannya dilakukan di tahun depan.
Proyek yang masih bisa dikerjakan adalah ruas Jalan Baros-Sagaranten sepanjang 3,1 kilometer. Proyek ini menjadi prioritas pascakerusakan akibat bencana dan jalan ambles.
"Bisa disampaikan bahwa target-target yang diselesaikan di 2020 menjadi berkurang karena sisa anggarannya tinggal 23,9 persen. Itu perubahan target dari kinerja kita di tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19," tuturnya.
Advertisement
Anggaran Pemeliharaan Tetap Dipertahankan
Selain itu, dia memastikan bahwa alokasi untuk pemeliharaan jalan dan jembatan masih tetap dipertahankan dengan pemeliharaan sepanjang 2.360 kilometer jalan. Sedangkan untuk peningkatan jalan, awalnya ditargetkan 68,59 kilometer, terjadi perubahan setelah refocussing menjadi 3,1 kilometer.
"Jadi cukup jauh perubahannya. Kemudian pembangunan jalan awalnya untuk 2,55 kilometer menjadi 0 kilometer, kita tidak punya kegiatan pembangunan jalan," ujarnya.
Selain itu, pekerjaan drainase dari awalnya ditargetkan 25.600 meter, tinggal 2.600 meter untuk tahun ini. Kemudian perbaikan drainase jalan yang awalnya 1.378,95 meter, sisanya tinggal 500 meter perbaikan drainase tahun ini. Rehabilitasi jalan tinggal 48 meter, dari 123,65 meter yang direncanakan.
Lebih lanjut, pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung mengalami keterlambatan dan penyelesaiannya diundur menjadi tahun 2021. Sebelum ada pandemi, dana yang dialokasikan sebanyak Rp360 miliar untuk penyelesaian masjid yang dibangun di atas tanah seluas 25,99 hektare tersebut.
"Karena teralokasikan Rp31,5 miliar dari kebutuhan Rp360 miliar, sisanya kita geser ke tahun depan juga," kata dia.