Jangan Lakukan 5 Hal Ini Jika Ingin Sistem Kerja dari Rumah Tetap Efektif

Setelah wabah virus corona terus meluas, sistem kerja dari rumah mulai dilakukan beberapa perusahaan. Meski demikian, sistem kerja ini dinilai asing oleh sebagian orang, sehingga dikhawatirkan tidak akan seefektif jika bekerja di kantor.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Jika Ingin Sistem Kerja dari Rumah Tetap Efektif
Ilustrasi bekerja di rumah. ©Unsplash.com/brucemars

Setelah wabah virus corona terus meluas, sistem kerja dari rumah mulai dilakukan beberapa perusahaan. Meski demikian, sistem kerja ini dinilai asing oleh sebagian orang, sehingga dikhawatirkan tidak akan seefektif jika bekerja di kantor.

Sisi positifnya, kerja dari rumah akan lebih fleksibel karena para pekerja tak perlu menghabiskan waktu untuk perjalanan. Namun, sisi negatifnya, sistem ini membutuhkan latihan dan butuh banyak kesadaran diri, disiplin, dan fokus.

Pakar Perdagangan, Tom Popomaronis yang sudah melakukan sistem ini sejak 10 tahun lalu, memiliki saran agar bekerja dari rumah bisa efektif. Berikut 5 kesalahan yang harus dihindari jika ingin sistem kerja dari rumah berjalan efektif, dilansir CNBC Make It.

Bekerja dengan Piyama

Orang-orang paling produktif tidak bangun dan langsung mulai bekerja saat masih mengenakan piyama. Alih-alih, mereka bersiap-siap untuk hari itu dengan cara yang sama jika mereka menuju ke kantor, seperti mandi, sarapan, dan sebagainya.

Selain itu, piyama tidak akan menempatkan pikiran Anda dalam "mode kerja". Menurut sebuah studi dari Northwestern University, karyawan, apa pun profesi mereka, melakukan tugas dengan lebih baik ketika mereka mengenakan pakaian yang memiliki "makna simbolis".

Bekerja di Tempat Tidur atau Sofa

Jika bekerja di rumah, akan lebih baik jika Anda memiliki ruang kerja. Sebab, tidak semua orang bisa produktif jika bekerja di tempat tidur atau sofa.

Pencahayaan juga sangat berpengaruh agar kerja Anda lebih efektif. Lampu berwarna putih dapat membuat pekerja jauh lebih produktif. Anda juga bisa memanfaatkan sinar matahari. Penelitian telah menunjukkan itu dapat mengurangi depresi dan meningkatkan suasana hati, energi dan kewaspadaan.

Hilang Komunikasi

Meski bekerja di rumah, Anda tetap harus menjaga komunikasi dengan rekan kerja Anda. Sehingga, setiap pembagian tugas bisa dilakukan dengan baik.

Anda tidak harus terus-menerus memeriksa dan membalas email, kecuali mendesak. Paling tidak, berkomunikasi secara teratur dengan manajer dan tim Anda melalui pesan teks, panggilan telepon, email. Keluar dari zona nyaman Anda, bicarakan tujuan Anda selama seminggu.

Tidak Berolahraga

Ketika Anda tidak berada di kantor, maka aktivitas fisik akan lebih sedikit. Tidak ada aktivitas berjalan ke ruang rapat, pergi keluar kantor untuk makan siang, atau berjalan menuju kamar mandi.

Sama seperti di kantor, Anda harus tetap melakukan aktivitas fisik saat bekerja dari rumah, seperti berjalan jauh atau peregangan otot. Bahkan jika Anda seorang yang sering berolahraga, duduk terlalu lama dapat menjadi faktor risiko kematian dini, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.

Ada baiknya Anda mengunduh aplikasi berjalan. Sehingga Anda bisa diingatkan untuk berjalan atau beraktivitas.

Tidak Membuat Daftar Tugas

Dengan bekerja di rumah, maka gangguan dari luar akan lebih banyak. Cara termudah untuk melakukan ini adalah membuat daftar tugas untuk setiap hari, mencakup tugas yang sangat spesifik, terukur dan dapat dicapai. Anda juga bisa memasukkan tugas-tugas rumah tangga, jika sudah menikah dan memiliki anak, seperti memasak, memberi makan bayi, menjemput anak, dan sebagainya.

Selain itu, berhati-hatilah dengan apa yang Anda lakukan saat online. Jika Anda memiliki kecenderungan untuk memeriksa media sosial, Anda mungkin ingin mengunduh program pemblokiran Internet, seperti FocusMe atau Freedom.

Rekomendasi