PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa rampung pada 2020, untuk kemudian bisa beroperasi pada 2021. Kehadiran moda transportasi baru ini pun dipercaya dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di kawasan sekitarnya.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap, kota-kota baru penyangga kawasan metropolitan di wilayah Jawa Barat bisa ikut berkembang dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia percaya pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar jalur KCJB juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.
"Kereta api cepat itu bukan tujuan akhir, tapi media untuk melahirkan kota-kota baru. Suatu hari bukan tidak mungkin ada orang yang tinggal di Walini (Kabupaten Bandung Barat) bekerja di Sudirman-Thamrin (Jakarta)," jelasnya dalam kunjungan kerja di Tunnel Walini, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5).
Masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, lanjutnya, amat senang dengan keberadaan KCJB. Ditargetkan, pengerjaan proyek tersebut bisa mencapai 59 persen hingga akhir tahun ini.
"Saya sebagai Gubernur (Jawa Barat) melaporkan, penduduk kami hampir 50 juta (orang). Kalau kota baru tidak terbentuk, kawasan ekonomi bisa terpusat hanya di Bandung Raya dan Jabodetabek saja," urainya.
"Tentunya kita harapkan, kalau memang kereta cepat ini menjadi model, next akan ada kota-kota ekonomi baru untuk koneksi pusat-pusat strategis lainnya," dia menambahkan.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com