Kementan Alokasikan 100 Hektare, Pamekasan Siap Jadi Sentra Bawang Merah Off Season

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura kembali mengalokasikan bantuan program kawasan bawang merah. Bantuan seluas 100 hektare diberikan ke Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Rizlia Khairun Nisa
Oleh Rizlia Khairun Nisa - Reporter
Kementan Alokasikan 100 Hektare, Pamekasan Siap Jadi Sentra Bawang Merah Off Season
Bantuan kawasan bawang merah 100 hektare di Pamekasan. ©2019 Merdeka.com

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura kembali mengalokasikan bantuan program kawasan bawang merah. Bantuan seluas 100 hektare diberikan ke Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menstabilisasikan pasokan bawang merah melalui manajemen tanam yaitu mendorong perluasan tanam di daerah - daerah yang bisa tanam di luar musim (off season).

"Pamekasan berhasil menyangga pasokan bawang merah saat off season karena bawang merah varietas manjung asli Pamekasan memiliki daya tahan tinggi saat musim hujan. Produktivitas pun mencapai 6 - 7 ton per hektare bahkan bisa mencapai 10 ton per hektare di musim kemarau," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh. Ismail Wahab.

Hal tersebut disampaikan Ismail saat memberikan bantuan benih bawang merah di Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar secara simbolis ke 3 Kelompok Tani (Poktan) yaitu Poktan Tani Sejati, Poktan Sukatani dan Poktan Sukurtani 2.

"Rencananya, total benih yang diberikan sebesar 100 ton. Masing-masing kelompok tani dapat program bawang merah sebanyak 10 hektare. Sehingga bantuan benih sebesar 10 ton per kelompok," terang Ismail.

Tidak hanya itu, bantuan alat dan mesin berupa handsprayer, kultivator dan pompa air juga akan diberikan.

"Sebagian masih proses di Kantor Pusat, kami akan segera berikan, karena petani perlu sekali," tambahnya.

Bantuan kawasan bawang merah 100 hektare di Pamekasan ©2019 Merdeka.com

Ketua poktan Sukatani, Satromo merasa bersyukur mendapat bantuan kawasan bawang merah tahun ini. Pria asal desa ponjanan barat yang telah puluhan tahun menanam bawang merah itu mengaku baru pertama kali dapat APBN.

"Baru kali ini dapat bantuan (APBN). Kami ini dari awal tanam bawang merah secara mandiri. Benih dan saprodi beli sendiri, tidak ada bantuan," terang Satromo.

Bantuan berupa benih dan pupuk akan dibagikan ke 50 anggota kelompoknya. "Terima kasih karena kami sudah dibantu. Ini akan kita tanam sama-sama di pertengahan bulan Mei nanti," imbuhnya senang.

Kecamatan Batumarmar yang dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah Pamekasan telah menyumbang jumlah produksi yang tidak sedikit. Berbeda dengan sentra lain yang umumnya mengurangi luas tanam di musim hujan, di Pamekasan-Madura ini malah puncak tanam bawang merah.

"Ini yang disebut tanam di luar musim atau off season. Saat ini bawang merah yang banyak beredar di Jawa sampai Kalimantan asalnya dari Madura sini. Makanya petani selalu dapat harga bagus, saingannya sedikit," terang Ismail.

Varietas Tajuk yang diberikan ke petani berasal dari Nganjuk dan termasuk benih unggul karena tahan kondisi basah dan kering serta provitasnya pun tinggi. "Diharapkan panen nanti bisa mendapat minimal 10 ton per hektare dan dipergunakan lagi untuk tanam di musim hujan," lanjutnya.

Pamekasan sebagai sentra bawang merah di Pulau Madura memiliki luas panen tahun 2018 sebesar 2.600 hektare, terbesar di kecamatan Batumarmar, dengan produksi 186 ribu kuintal, naik dibandingkan tahun 2017. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan APBN 2019 di Kabupaten Pamekasan senilai lebih dari 42 Milyar termasuk bantuan benih hortikultura. Serta tambahan berupa kawasan bawang merah 100 hektare senilai 1,8 Milyar.

"Bantuan ini ditujukan untuk memantapkan Pamekasan sebagai sentra utama bawang merah khususnya untuk kebutuhan di luar musim tanam atau off season," tutup Ismail.

Rekomendasi