PT Bank Amar Indonesia (Amar Bank) mencatatkan total aset Rp 1,8 triliun pada akhir tahun lalu. Total aset tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan total aset pada akhir tahun sebelumnya yang hanya Rp 800 miliar.
Presiden Direktur Amar Bank, Tuk Yulianto mengatakan bahwa capaian kinerja 2018 menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menyongsong tahun 2019. Dia optimis pertumbuhan kinerja perseroan akan semakin baik, seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melangkah di tahun 2019, kami akan terus menyajikan layanan dan inovasi produk - produk yang lebih baik lagi untuk mendukung perekonomian yang inklusif dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia," katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan di Jakarta, Selasa (22/1).
Menurutnya, peranan pemerintah dalam pencapaian Amar Bank kali ini juga menjadi faktor pendukung terbesar dalam mempermudah pelayanan produk Amar Bank kepada masyarakat. Hal ini didapatkan dari kerja sama yang terjalin antara Amar Bank dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk kebutuhan verifikasi data nasabah dan memastikan bahwa data nasabah akan selalu aman dan terjaga.
Dukcapil juga mengeluarkan kebijakan agar nasabah yang masih menggunakan KTP Lama (bukan E-KTP) dan secara legal KTP lama sudah tidak berlaku per Desember 2018, agar segera mendaftarkan diri ke pemerintah setempat. Hal ini diimbau kepada masyarakat supaya memudahkan nasabah untuk terus melakukan akses finansial di Amar Bank.
Di tahun 2018, produk digital yang dimiliki perusahaan, Tunaiku mencatat pertumbuhan 5 kali lebih besar di sepanjang tahun 2018. Angka ini juga didukung dengan pencapaian nasabah dengan total lebih dari 170.000 nasabah yang dicapai oleh Tunaiku dalam waktu singkat.
"Perkembangan Tunaiku yang cukup signifikan ini menjadi cara bagi kita untuk dapat memperluas layanan produk perbankannya ke 16 kota besar di Indonesia tanpa perlu membuka cabang (branchless). Prestasi ini yang menjadikan Tunaiku sebagai market leader untuk kategori produk digital perbankan di Indonesia."
Pertumbuhan dari Amar Bank ini sendiri turut berperan dalam pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia yang mencapai 12,45 persen di sepanjang tahun 2018. Angka ini, menurut OJK, berada di luar target yang sudah ditentukan.
"Pertumbuhan ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat akan produk perbankan yang menyediakan layanan kredit serta layanan perbankan lainnya. Amar Bank sebagai bank modern yang berada pada era digital, menghadirkan teknologi untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah akan pelayanan kredit yang cepat dan masif melalui produk unggulannya, Tunaiku," Jelas Vishal Tulsian, Managing Director Amar Bank.
Vishal mengaku optimis pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2019 akan membaik. Pihaknya akan terus mendukung pertumbuhan perekonomian inklusif di Indonesia melalui inovasi produk dan kegiatan kerja sama dengan beberapa partner perbankan lainnya.
"Kami optimis pertumbuhan perekonomian akan semakin baik lagi di tahun 2019, dan Amar Bank akan menjadi bagian dari pertumbuhan ini. Terutama dengan berkembang pesatnya Tunaiku, akses layanan keuangan akan menjadi semakin luas sehingga dapat memacu percepatan inklusi keuangan di Indonesia," tutup Vishal.