BI soal Rupiah merosot ke Rp 14.500: Masalah di Donald Trump

Bank Indonesia menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terjadi karena sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS). Hanya saja, pelemahan hari ini pemicunya juga disebabkan pernyataan Trump yang malah bertolak belakang dengan The Fed.

Rita
Oleh Rita - Reporter
BI soal Rupiah merosot ke Rp 14.500: Masalah di Donald Trump
Donald Trump. ©2018 Associated Press

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) merosot tajam di perdagangan hari ini, Jumat (20/7). Pagi tadi, Rupiah dibuka di Rp 14.477 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.442 per USD. Siang ini Rupiah sudah menembus level Rp 14.500 per USD.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terjadi karena sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS). Hanya saja, pelemahan hari ini pemicunya juga disebabkan pernyataan Trump yang malah bertolak belakang dengan The Fed.

"Problemnya itu adalah mister Trump yang membuat pernyataan berlawanan dengan Fed-nya," tegas Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto di Jakarta, Jumat (20/7).

Lalu apa itu? Gubernur The Fed Jerome Powell pada pidatonya awal pekan ini mengindikasikan konsistensi menaikkan suku bunga acuannya empat kali tahun ini.

Namun, Presiden Trump, Kamis (19/1) melontarkan kritiknya kepada Bank Sentral AS karena kenaikan suku bunga bisa menghambat percepatan pemulihan ekonomi AS.

Hal itu ditambah dengan perkembangan perang dagang antara dua negara raksasa ekonomi AS dan China semakin meningkat. "China itu melakukan, misalnya devaluasi menurunkan kursnya berkaitan dengan perang dagang itu," tambahnya.

Namun demikian, Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia akan selalu ada di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap berada dalam koridor fundamentalnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi