PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) memastikan bahwa kebocoran pipa gas bawah laut milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Perairan Bojonegara, Banten tidak berpengaruh besar terhadap sistem kelistrikan di kawasan sekitar.
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, insiden tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap pembangkit listrik di sana sebab pihaknya langsung mengalihkan arus kelistrikan.
"Enggak ngaruh. Listriknya tetap nyala kan? Kita langsung switching. Jalurnya kan banyak, enggak ada pemadaman kok," aku dia di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (9/7).
Seperti diketahui, sebuah pipa gas di bawah laut Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten bocor diduga akibat tersangkut jangkar kapal. Itu kemudian menyebabkan saluran gas dari Pabelokan ke Cilegon dihentikan untuk sementara waktu.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso menyampaikan, meskipun beban pembangkit menurut akibat kejadian ini, tapi tidak sampai mematikan aliran listrik secara total.
"(Pipa gas) CNOOC kan bocor sehingga pembangkitnya turun beban. Tapi enggak padam, karena ada supply dari gardu lain," ucap dia.
Dia menambahkan, kebocoran itu membuat daya beban pembangkit listrik berkurang hingga separuhnya. "Sekarang bebannya 300 Mega Watt (MW), biasanya kan 600-650 (MW)," lanjutnya.
Demi menambal hal tersebut, Iwan menyatakan, PLN telah coba meminta sokongan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) guna menambal defisit pasokan listrik di area sekitar yang sebesar 150 kilo Volt (kV).
"Dia masuk 150 kV, listrik enggak masalah. 150 kV kan ada Labuan, Lontar. Ada PLTU lain yang back up," tukas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com