Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar Aspiring Professional Accountants Festival (APAFest) 2018 guna menjawab kebutuhan akuntan agar peka terhadap pertumbuhan teknologi, sekaligus mempertemukan perusahaan terkemuka di Indonesia dengan kandidat terbaik calon akuntan profesional.
Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya mengatakan revolusi industri 4.0 menuntut banyak hal bergeser dari usaha ke sebuah platform. Hal ini mengharuskan banyak perubahan dan penyesuaian dalam hal teknologi dan sumber daya manusia.
"Akuntan sangat dibutuhkan oleh BEI, karena jika tidak ada akuntan tidak akan ada BEI. ini sangat dibutuhkan oleh para investor dalam mengaudit perusahaan. Semoga ini bisa mengencourage perusahaan-perusahaan yang telah di audit untuk bisa selanjutnya terdaftar di bursa," tutur Alpino di gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/4).
Partner Ernest & Young (EY) Indonesia Isnaeni Achdiat mengungkapkan akuntan di era digital seharusnya memperhatikan data-data non keuangan selain data keuangan. Menurutnya, penguasaan akan data yang komprehensif membantu akuntan untuk berinovasi, dan memberikan gagasan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan.
Penguasaan akan ilmu governance dan risk management turut serta menjaga inovasi yang diciptakan akuntan sesuai dengan nilai sosial dan moral di masyarakat. "Data operasional non keuangan lainnya adalah tingkat curah hujan, tingkat kepuasan pelanggan. Kesemua data harus dilakukan analisa agar memperkaya pengambilan keputusan," tuturnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com