Menko Luhut tunggu keseriusan investor bandara Bali Utara sebelum izin diberikan

Menko Luhut ‎mengaku telah bertemu dengan pihak PT Bandara Internasional Bali Utara, dan menyaksikan paparan tentang pembangunan Bandara Bali Utara. Namun, dia ingin mendapat penjelasan lebih detail. Dia pun ingin mengetahui sumber pendanaan dan konsultan pembangunan bandara tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menko Luhut tunggu keseriusan investor bandara Bali Utara sebelum izin diberikan
Luhut Panjaitan. Yayuk ©2017 Merdeka.com

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, meminta komitmen investor pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Menko Luhut tidak ingin pembangunan tidak dapat diselesaikan karena ditinggalkan investor.

Menko Luhut ‎mengaku telah bertemu dengan pihak PT Bandara Internasional Bali Utara, dan menyaksikan paparan tentang pembangunan Bandara Bali Utara. Namun, dia ingin mendapat penjelasan lebih detail.

"Bali Utara sekarang, tadi sudah paparan, tapi saya minta paparan detailnya dalam minggu depan," kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (2/4).

Menko Luhut mengungkapkan, pembangunan bandara Bali Utara membutuhkan investasi sekitar Rp 6,3 triliun. Dia pun ingin mengetahui sumber pendanaan dan konsultan pembangunan bandara tersebut, agar‎ pembangunan Bandara Bali Utara dilakukan sampai tuntas tidak hanya sekedar peletakan batu pertama.

"Supaya kita tahu pendanaan mereka Rp 6,3 triliun itu dari mana saja karena ini non APBN. Kemudian siapa konsultannya, dan sebagainya. Jangan nanti proyek dibilang iya, peletakan batu pertama, tidak jalan," tuturnya.

Menko Luhut pun menginginkan, pembangunan bandara Bali Utara mengikuti konsep pembangunan Bandara Kediri, yang membutuh‎kan dana Rp 5 triliun dengan sumber pendanaan dari Gudang Garam. ‎"Rp 6,3 triliun. Mereka semua non APBN, kalau dia semua biarin aja. Tapi kita juga pingin seperti Kediri," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi