Pengusaha harap penghentian proyek infrastruktur untuk evaluasi maksimal 3 minggu

Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia berharap moratorium proyek jalan layang tidak berlangsung lama. Andi mengatakan, bila terlalu lama kerugian yang dialami kontraktor akan semakin besar. Sebab, selama moratorium, biaya tetap jalan. Kemudian, target-target juga akan sulit tercapai.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Pengusaha harap penghentian proyek infrastruktur untuk evaluasi maksimal 3 minggu
Tiang girder Becakayu roboh. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (BPP Gapensi) berharap moratorium proyek jalan layang tidak berlangsung lama. Gapensi berharap paling lama tiga minggu.

"Kami usulkan jangan kelamaan. Cukup tiga minggu saja," Sekjen Gapensi H.Andi Rukman Karumpa di Jakarta, Kamis (22/2).

Andi mengatakan, bila terlalu lama kerugian yang dialami kontraktor akan semakin besar. Sebab, selama moratorium, biaya tetap jalan. Kemudian, target-target juga akan sulit tercapai.

Gapensi mendukung moratorium sementara yang diputuskan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Jadi ini jedah yang baik untuk dilakukan evaluasi apa semua prosedur keselamatan kerja sudah dijalankan. Kalau dijalankan titik lemahnya di mana. Nanti kita tunggu auditnya," ujar Andi.

Andi berharap agar momentum pembangunan infrastruktur oleh pemerintah tidak mengendor meski terdapat insiden. "Momentumnya harus tetap dijaga, yang terpenting adalah evaluasi menyeluruh atas semua standard pekerjaan," ujar dia.

Sebelumnya, Gapensi mengingatkan agar perusahaan pelaksana proyek infrastruktur dan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta serius melakukan audit daya tahan konstruksi. Berdasarkan kajian Gapensi, sebagian besar pelaksana proyek mengabaikan audit daya tahan konstruksi infrastruktur dan bangunan-bangunan besar.

Rekomendasi