Kebahagiaan Persija Jakarta memenangi Piala Presiden tercoreng oleh ulah kampungan suporternya. Pada pertandingan itu, suporter Persija atau Jakmania merusak sejumlah fasilitas stadion gelora bung karno (GBK).
Akibat ulah oknum suporter Persija, taman seluas 4,8 hektare di luar stadion GBK mengalami kerusakan sekitar 80 persen. Pintu masuk zona 7 dan 9 stadion dan pagar tanaman di area tersebut juga mengalami kerusakan parah usai suporter menerobos masuk.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno prihatin atas rusaknya sejumlah fasilitas stadion. "Segera direalisasikan (Stadion untuk Persija), menurut saya kalau stadionnya bertaraf internasional tapi kelakuannya masih kelakuan tarkam (pertandingan antar kampung) tidak akan menyelesaikan masalah," kata Sandi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku menangis melihat perilaku penonton pertandingan final turnamen sepakbola Piala Presiden 2018 yang merusak sejumlah fasilitas di stadion. "Saya menangis karena renovasi venues dan kompleks GBK (Gelora Bung Karno) membutuhkan perjuangan yang tidak mudah," kata Menteri Basuki.
Dia memperkirakan biaya perbaikan kerusakan fasilitas venue GBK sebesar Rp 150 juta. Terdiri dari perbaikan sejumlah fasilitas yang rusak serta berbagai tanaman diprediksi akan memakan waktu pengerjaan selama 10 hari.
"Bagi saya bukan kerusakan, pasti kita perbaiki, karena ini milik kita. Ini lebih pada soal perilaku. Saya masih bertanya kok bisa kita sendiri yang merusak. Padahal ke depannya masih ada pertandingan Piala AFC dan event lainnya," jelasnya.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, juga menyesalkan pengrusakan Stadion GBK. Dia mengatakan, seharusnya SUGBK dijaga karena menjadi stadion kebanggaan bangsa.
Dia menjelaskan, SUGBK dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Secara otomatis SUGBK menjadi aset negara yang juga merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.
"Itu kan statusnya aset negara jadi kita semua masyarakat Indonesia. Tentu berharap bahwa aset yang dibangun dengan uang rakyat, uang pajak kita semua," ucapnya.
Bagaimana kejadian pengrusakan bisa terjadi? Silakan lanjutkan membaca di halaman selanjutnya.
Advertisement
Kronologis pengrusakan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengaku sudah memberikan penjagaan maksimal dan ketat selama pertandingan berlangsung. Perusakan itu, kata Argo, terjadi di luar perkiraan.
"Gini, awalnya itu semua berjalan dengan aman. Para penonton yang nonton di luar pakai screen. Tiba-tiba mati, lalu berusaha masuk ke dalam dengan memaksa membuka pintu yang terkunci. Mereka masuk gerbang yang dikunci itu," ujarnya.
Kejadian itu sangat disayangkan. Apalagi pemeriksa telah mengeluarkan banyak biaya untuk merenovasi stadion tersebut. "Harus dijaga. Itu nanti akan dipakai untuk Asian Games," ujarnya.
Mengamankan pertandingan itu, 10.000 personel dikerahkan ke seluruh sudut stadion. Atas insiden perusakan itu, Argo menjelaskan bukan tidak mungkin Ketua Jakmania dipanggil.
"Itu kita lihat nanti perkembangannya, bila diperlukan akan dipanggil," jelas dia.
Bagaimana solusi atas sikap anarki suporter tersebut? Ada di halaman berikutnya, silakan lanjutkan membaca.
Advertisement
Solusi sikap anarki suporter Tanah Air
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan penonton sepakbola seharusnya menjaga ketertiban dan saling mengingatkan satu sama yang lain, terlebih ketika suporter lain melakukan perusakan fasilitas. Bahkan, dia menyarankan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.
Namun saat ini 'nasi sudah menjadi bubur', mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkapkan, yang bisa dilakukan saat ini memperbaiki kerusakan. Dia mengharapkan, ada pembinaan suporter yang dilakukan oleh Persija, tujuannya agar suporter tertib.
"Kenyataan sekarang sudah ada kerusakan sudah diperbaiki, mudah-mudahan juga pembinaan jadi lebih baik, terutama pembinaan pada suporter," katanya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, menilai rusaknya beberapa fasilitas di GBK Sabtu kemarin tidak bisa hanya direspon dengan penyesalan atau anjuran semata. Setidaknya ada dua mekanisme pembinaan suporter.
Pertama, aspek pendidikan. "Dunia pendidikan harus mampu mendidik anak didiknya tentang pentingnya menjaga sarana publik. GBK itu kan milik kita bersama, harus kita juga yang menjaganya," ucap Roni.
Kedua, dibutuhkan satuan tugas (task force) yang secara terukur bisa memantau para penonton. Konsekuensi dari hal ini adalah adanya hukuman yang jelas dan sebisa mungkin membuat jera pelaku pelanggaran.
"Bisa denda yang memberatkan, atau kurungan, atau lainnya. Itu bisa dirumuskan," tambahnya.
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, berharap pendukung Persija Jakarta yang terekam CCTV merusak fasilitas tersebut untuk diberi sanksi sehingga menimbulkan efek jera.
"Saya meminta bahwa yang tertangkap di CCTV itu disebarkan, Jakmania kepada masyarakat dan diberi sanksi khusus untuk Jakmanianya mereka memberikan sanksi sendiri kepada anggotanya yang tidak disiplin. Itu mekanisme yang menurut saya lebih tepat bekerjasama nanti dengan aparat tentunya."
Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait meminta penegak hukum untuk menangkap pihak yang melakukan perusakan. "Kita minta kalau ditemukan dari CCTV yang melakukan perusakan harus dikenakan sanksi, biar ada efek jera," tutupnya.