Bukan Cuma Belanja, Ini Alasan Pusat Perbelanjaan Ramai Diserbu Pengunjung

Persaingan pusat perbelanjaan kian ketat. Lippo Mall Kemang memaparkan langkah dari tenant mix, renovasi, hingga event untuk menjaga traffic.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Bukan Cuma Belanja, Ini Alasan Pusat Perbelanjaan Ramai Diserbu Pengunjung
Suasana Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (2/7/2021). Penutupan operasional gedung pusat perbelanjaan sebagai langkah pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya Pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Persaingan di industri pusat perbelanjaan mendorong pengelola mal beradaptasi melampaui sekadar mengejar tingkat hunian. Lippo Mall Kemang (LMK) mencatat okupansi di atas 95 persen hingga September 2026, sementara jumlah pengunjung tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada periode yang sama.

Kenaikan okupansi sebesar 5 persen ditempuh lewat penambahan tenant baru, perpanjangan masa sewa (renewal), dan ekspansi penyewa yang sudah ada. Menurut manajemen, indikator seperti okupansi, komposisi tenant, dan trafik pengunjung menjadi tolok ukur relevansi sebuah pusat belanja bagi konsumen maupun pelaku usaha.

"Pertumbuhan occupancy, tenant mix, dan traffic menunjukkan bahwa Lippo Mall Kemang tetap relevan bagi konsumen dan tenant. Bagi kami, pertumbuhan bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kami terus menghadirkan tenancy mix dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujar Dimas, Selasa (29/9/2026).

Di sisi lain, LMK memperbarui area lantai dasar dengan menghubungkan seluruh sisi mal untuk meningkatkan sirkulasi serta konektivitas antarkawasan. Pembaruan ini ditujukan agar pergerakan pengunjung dari satu area ke area lain menjadi lebih nyaman.

Strategi Jaga Traffic Pengunjung di Pusat Perbelanjaan

Dari sisi tenant mix, sejumlah penyewa baru bergabung dan tenant eksisting melakukan penyegaran konsep maupun perluasan. Deretannya antara lain Uniqlo dengan tampilan baru, Harlan Coffee, Emilia Cucina Italiano, NOB, Udders Ice Cream, Blu Shaak Coffee, Terrace by Maxx Coffee, Chagee, Teazzi dengan konsep baru, serta Bluebee.

Dimas menuturkan, langkah penyegaran tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang LMK setelah fase pascapandemi, yang berjalan seiring dengan pembaruan area mal secara bertahap.

"Selepas masa pascapandemi lalu, kami selalu melakukan pembaruan baik secara tenancy mix maupun renovasi area mal. Bahkan kami sudah akan melakukan inisiatif baru lagi yang akan dimulai akhir tahun 2026 ini, serta pada tahun 2027, hingga 2028 yang akan datang," jelas dia.

Untuk menjaga traffic, sepanjang 2026 LMK menggelar beragam aktivitas, mulai dari konser dengan artis nasional dan internasional, nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026, Crazy Burger Fest, final DBL 3-on-3, hingga Miners Fest bersama Danantara dan Mind.id.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang memperluas fungsi mal, dari sekadar tempat belanja menjadi ruang hiburan, olahraga, kuliner, komunitas, hingga edukasi.

Rekomendasi