Menteri Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia mulai pulih pada 4 tahun terakhir

Menteri Sri Mulyani mengatakan saat ini pemerintah tengah mendorong perekonomian inklusif. Di mana, seluruh masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja dan memberantas kemiskinan.

ER Chania
Oleh ER Chania - Reporter
Menteri Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia mulai pulih pada 4 tahun terakhir
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Hari Pers Nasional. ©2018 Merdeka.com/ER Chania

Menteri Keuangan Sri Mulyani membanggakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir. Pencapaian ini membanggakan karena didapat dari kondisi dunia yang tengah bergejolak.

"Menghadapi dunia yang berubah, ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang cukup baik. Meski masih terpengaruh dampak ekonomi global termasuk harga komoditas, ekonomi Indonesia rebound (mulai pulih) pada 4 tahun terakhir," katanya saat hadir di acara Konvensi Nasional Media Massa, di Hotel Grand Inna Padang, Kamis (8/2).

Menteri Sri Mulyani mengatakan saat ini pemerintah tengah mendorong perekonomian inklusif. Di mana, seluruh masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja dan memberantas kemiskinan.

Menteri Sri Mulyani melanjutkan, tahun lalu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07 persen yang didorong pemulihan investasi dan ekspor.

Menteri Sri Mulyani juga mengingatkan semua pihak untuk adaptif terhadap segala perubahan. Salah satunya revolusi industri 4.0 di mana digitalisasi berperan penting.

Terakhir, dia berpesan agar pers Indonesia harus terus menjaga dan memupuk profesionalisme dalam proses pembangunan di Indonesia untuk menumbuhkan ekonomi yang inklusif. Dijelaskannya, seperti pada masa perjuangan kemerdekaan, pers sebagai partner terpercaya dari pemerintah.

"Kami berkepentingan agar pers menjadi sarana untuk menyampaikan informasi faktual mengenai ekonomi Indonesia dan APBN adalah uang rakyat yang harus dipahami dan dijaga serta dikritisi oleh masyarakat secara transparansi, akuntabilitas. Ini hanya dapat dikembalikan kepada masyarakat apabila pers konstruktif," jelasnya.

Rekomendasi