Berkaca kecelakaan BEI, YLKI desak PUPR audit kelayakan gedung publik di Jakarta

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan Kejadian ambruknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tadi siang adalah hal yang sangat tragis. Untuk itu, dia mendesak Kementerian PUPR untuk mengaudit kelayakan selasar di semua gedung publik di Jakarta.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Berkaca kecelakaan BEI, YLKI desak PUPR audit kelayakan gedung publik di Jakarta
Tulus Abadi. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan Kejadian ambruknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tadi siang, dengan korban luka 72 orang, adalah hal yang sangat tragis.

"Kejadian ini tidak boleh dibiarkan, sebab merupakan kecelakaan serius di bidang jasa konstruksi, dan utamanya menyangkut keselamatan dan keamanan konsumen sebagai pengguna gedung, khususnya gedung publik," kata Tulus melalui pesan elektroniknya, Senin (15/1).

Untuk itu, dia mendesak Kementerian PUPR untuk mengaudit kelayakan selasar di semua gedung publik di Jakarta, seperti mal, hotel dan perkantoran-perkantoran. Sebab kecelakaan tersebut bisa menimbulkan rasa takut bagi pengunjung gedung-gedung publik.

"YLKI juga mendesak manajemen gedung BEI untuk bertanggungjawab secara perdata kepada konsumen yang menjadi korban. Bukan hanya memberikan pengobatan saja, tetapi juga memberikan kompensasi dan ganti rugi secara perdata," imbuhnya.

Selain itu, YLKI juga mendesak pihak kepolisian untuk memeriksa pihak manajemen gedung BEI karena patut diduga melanggar UU tentang Bangunan Gedung. Hal ini juga bisa merupakan keteledoran pihak manajemen building yang tidak melakukan perawatan terhadap bangunan gedung dimaksud.

"Sehingga mengakibatkan runtuhnya selasar tersebut. Dan dimungkinkan memeriksa pihak kontraktor saat membangun selasar dimaksud," tandasnya.

Rekomendasi