Jaringan kurang bagus jadi masalah penyaluran bansos non-tunai

Oleh karena itu, Bank Indonesia meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat meningkatkan jangkauan jaringan di daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jaringan kurang bagus jadi masalah penyaluran bansos non-tunai
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Eni Panggabean membeberkan masalah dalam penyaluran bantuan sosial non-tunai selama ini. Pertama adalah panjangnya antrean saat penarikan dana. Ini terjadi karena pengaturan waktu penarikan belum efisien dan tepat.

"Padahal penarikan dana tidak membutuhkan waktu yang lama. Tapi karena waktunya belum memadai maka ada antrean," kata Eni di Kantor BI, Jakarta, Senin (18/12).

Eni menuturkan, masalah jaringan juga menyebabkan terjadinya antrean. Terutama di daerah yang hanya mempunyai jangkauan sinyal selular yang agak sulit untuk mesin electronic data capture (EDC). Oleh karena itu, dia meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat meningkatkan jangkauan jaringan di daerah.

"Biasanya di daerah jaringannya kurang bagus. Kami harapkan dari Kementerian Kominfo bisa meningkatkan jangkauan jaringan agar transaksi di agen bisa lebih baik," ujarnya.

Eni berharap penyaluran dana bantuan sosial non tunai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rekomendasi