Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal tersebut menyebabkan kondisi Israel dan Palestina kembali memanas.Menanggapi hal itu Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, polemik tersebut menakutkan. Sebab, dapat mempengaruhi pasar keuangan."Terus terang itu menakutkan. Bisa mempengaruhi financial market," kata Tito di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/12).Di mana, dampak dari pengakuan Presiden Trump ialah bisa membuat nilai Dolar menguat. Oleh karena itu, Indonesia musti waspada terjadinya pasar keuangan yang akan bergejolak."Dampaknya bisa memperkuat Dolar itu yang mengerikan, buat saya ini bisa bikin financial market bergejolak karena currency bergejolak. Kita waspadalah," ujarnya.Sebelumnya, perubahan drastis dalam kebijakan Yerusalem di Washington memicu demonstrasi di wilayah Palestina dan di seluruh dunia. Para pemimpin negara Arab, Eropa, bahkan Paus Fransiskus menolak pengakuan tersebut.
Bos BEI waspadai gejolak keuangan akibat pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, polemik tersebut menakutkan. Sebab, dapat mempengaruhi pasar keuangan. Di mana, dampak dari pengakuan Presiden Trump ialah bisa membuat nilai Dolar menguat. Oleh karena itu, Indonesia musti waspada terjadinya pasar keuangan yang akan bergejolak.
Advertisement
Rekomendasi