Ini harapan Hanif kepada mahasiswa yang ingin bertarung di pasar kerja

Hanif meminta mahasiswa memperkuat karakter, ilmu pengetahuan, dan jaringan.

Ibnu Siena
Oleh Ibnu Siena - Reporter
Ini harapan Hanif kepada mahasiswa yang ingin bertarung di pasar kerja
Menaker Hanif Dhakiri. ©2017 Merdeka.com

Menteri ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berharap mahasiswa Indonesia bisa berhasil menembus dunia. Langkah tersebut bisa tercipta jika saat mengenyam pendidikan di bangku kuliah, dijadikan pondasi untuk ikut bersaing di pasar tenaga kerja yang kompetitif saat ini. Hanif meminta mahasiswa memperkuat karakter, ilmu pengetahuan, dan jaringan. Tiga langkah itu, diyakini bakal menjadi kunci kesuksesan mahasiswa saat harus berhadapan dengan dunia kerja. Mahasiswapun diharapkan tidak terus merasa minder dengan kondisi ekonomi keluarga. Malahan, hal itu untuk memacu meningkatkan keterampilan."Dunia pendidikan adalah pintu, jalan kita yang membuka jendela dunia lebih luas," katanya beberapa waktu lalu saat memberikan motivasi pada ribuan mahasiswa. Hanif pun mengapresiasi para mahasiswa yang berada di lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, seperti IAIN. Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan memiliki keunggulan. Karena kualitas manusia tidak terbatas pada kemampuan intelektualitasnya saja. Tapi keimanan dan ketakwaan, nilai kemanusiaan, kualitas mental, moral, akhlak, serta kejujuran karena bisa memberikan jati diri yang khas."Kompetensi tenaga kerja menjadi syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional," katanya. Berdasarkan Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Juni 2017, tercatat 624 SKKNI dari 9 sektor yaitu: sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas, dan Air Bersih; Konstruksi; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan dan sektor jasa lainnya.SKKNI menjadi acuan dalam pelatihan, pengembangan karier serta peningkatan kompetensi dan produktivitas yang diakui seluruh pemangku kepentingan dan berlaku secara nasional di wilayah Indonesia.Beberapa tahun mendatang, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 dengan syarat harus memiliki 113 juta pekerja berkeahlian. Tetapi, saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 50 juta pekerja berkeahlian.

Rekomendasi