Setelah perusahaannya dinyatakan pailit, produk Nyonya Meneer pun semakin sulit ditemukan. Hampir di kios jamu sudah tidak memiliki persediaan produk yang sudah berdiri sejak 1919 tersebut.Salah satu pemilik kios jamu di Jatinegara, Wati mengaku sudah lama tidak lagi menjual produk tersebut."Enggak jual (produk Nyonya Meneer) sudah lama barangnya enggak ada," katanya kepada merdeka.com, Selasa (8/8).Selain itu, produk Nyonya Meneer tak lagi nampak di kios-kios jamu Jatinegara. Awalnya, produk-produk Nyonya Meneer selalu menghiasi lemari dagangan kios jamu di Jatinegara. Sejak diperkirakan bangkrut pada 2015 akibat permasalahan utang, produk Nyonya Meneer seolah hilang di pasaran. Namun, produknya masih dijual bebas, meski tak lagi lengkap dan 'ampuh' membius pembeli.Pemilik kios lainnya, Cici mengaku masih mempunyai stok jamu Nyonya Meneer. Namun, sudah tidak lengkap lagi."Ini kayakanya stok terakhir, enggak ada lagi, habiskan (stok) saja," ujar Cici.Cici menceritakan, jauh sebelum perusahaannya dinyatakan pailit, produk Nyonya Meneer sudah kehilangan pamornya di kalangan para penikmat jamu. Dia menilai, runtuhnya kejayaan Nyonya Meneer disebabkan tak adanya inovasi baru. Kehadirannya di pasaran tergerus oleh merek-merek baru yang lebih menjanjikan. "Nyonya Meneer produknya enggak lengkap, paling buat pegel linu buat wanita. Enggak Sido Muncul atau Air Mancur," pungkasnya.
Dinyatakan bangkrut, produk Nyonya Meneer sudah hilang sejak 2015
Setelah perusahaannya dinyatakan pailit, produk Nyonya Meneer pun semakin sulit ditemukan. Hampir di kios jamu sudah tidak memiliki persediaan produk yang sudah berdiri sejak 1919 tersebut. Salah satu pemilik kios jamu di Jatinegara, Wati mengaku sudah lama tidak lagi menjual produk tersebut.
Rekomendasi