Mentan Amran janji beri asuransi bagi petani yang gagal panen cabai

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memberikan benih kepada petani cabai yang gagal panen akibat cuaca. Hal ini untuk menghindari adanya kenaikan harga pangan, khususnya cabai. Kenaikan harga cabai yang terjadi beberapa hari lalu, salah satunya karena pasokan berkurang akibat faktor La Nina.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Mentan Amran janji beri asuransi bagi petani yang gagal panen cabai
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ©2015 merdeka.com

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memberikan benih kepada petani cabai yang gagal panen akibat cuaca. Hal ini untuk menghindari adanya kenaikan harga pangan, khususnya cabai."Aku akan kasih benih kepada petani yang gagal panen cabai. Suruh bermohon petaninya, akan aku kasih. Kalau perlu kita asuransikan," ujar Amran di sela-sela kunjungannya di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu, (7/1).Menurutnya, kenaikan harga cabai yang terjadi beberapa hari lalu, salah satunya karena pasokan berkurang akibat faktor hujan La Nina jadi kalau panen cabai, itu busuk. Meski demikian, produksi tetap cukup begitu mulai kering sehingga tidak perlu impor cabai.Buktinya, kata Amran, setelah sempat harganya naik Rp 100.000 per kilogram (Kg) cabai merahnya, dua hari lalu sudah ada yang turun menjadi Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per Kg.Amran meminta agar masyarakat khususnya petani di Maros untuk memaksimalkan pemanfaatan air yang mengalir bendungan Tampala itu. Lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidur."Manfaatkanlah itu untuk menanam cabai, bawang dll. Petani jangan tidur, bangunkan lahan tidur itu. Nanti kita bantu pompa air untuk memompa air naik ke penampungan seperti embung, long storage dan sumur dangkal sehingga di musim kering pun nanti air tetap bisa dimanfaatkan. Jangan biarkan air itu mengalir begitu saja menuju laut. Contohnya di Jerman. Air di sana 40 kali diputar baru menuju laut," jelasnya.Dia menambahkan, dari 14 komoditi strategis, hanya satu yang naik harganya yaitu cabai dan satu turun produksinya yaitu kedelai. Selebihnya, harga pangan tetap stabil semua."Beras kita aman. Ini jantungnya. Sekarang kita tidak lagi impor yang selama ini 71 tahun selalu impor. Kita selesaikan selama enam bulan, tidak ada lagi impor beras. Bawang juga begitu, tidak ada lagi impor," pungkasnya.

Rekomendasi