Menkeu: Cuma 16 emiten baru di 2016, terendah dalam 7 tahun terakhir

Menkeu: Cuma 16 emiten baru di 2016, terendah dalam 7 tahun terakhir. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik perlu dukungan dari pasar modal. Dia sangat mengharapkan seluruh pelaku pasar modal untuk terus melakukan perbaikan tidak hanya dari sisi market kapitalisasi namun juga dari sisi jumlah perusahaan IPO.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Menkeu: Cuma 16 emiten baru di 2016, terendah dalam 7 tahun terakhir
Menteri Sri Mulyani di MK. ©2016 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kekecewaannya karena tahun lalu hanya ada 16 emiten baru. Catatan ini menjadi yang terendah dalam kinerja pasar modal di tujuh tahun terakhir.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik perlu dukungan dari pasar modal. Dia sangat mengharapkan seluruh pelaku pasar modal untuk terus melakukan perbaikan tidak hanya dari sisi market kapitalisasi namun juga dari sisi jumlah perusahaan yang bisa masuk bursa. "Saya mencatat bahwa 2016 sebanyak 540 emiten bursa meningkat dari 2015 sebanyak 524 yaitu cuma 16 emiten baru, ini terendah dalam 7 tahun terakhir," katanya di gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/1)."Tentu kita perlu melakukan refleksi, karena kalau market kapitalisasi meningkat tapi perusahaannya sangat sedikit maka itu bukan merupakan indikator yang sehat dan membanggakan," sambungnya.Dirinya juga tetap berharap market kapitalisasi bisa meningkat. "Oleh karena itu, kita akan memacu terus menerus agar perusahaan melihat bahwa masuk bursa adalah hal yang tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan namun juga masyarakat. Bahwa perusahaan yang dimiliki publik merupakan aset negara keseluruhan," ujarnya.Untuk itu dirinya sangat mengharapkan, seluruh emiten, maupun OJK bersama-sama melakukan upaya peningkatan transaksi di bursa. Sebab, ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan perekonomian nasional.Sementara, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya dukungan baik dari sisi perekonomian sampai kebijakan ekonomi yang nantinya akan membawa Indonesia sebagai negara maju."Kita akan melakukan berbagai policy untuk menciptakan dorongan agar masuk bursa adalah sesuatu yang mudah dan bukan merupakan sesuatu yang sifatnya eksklusif. Yang bisa dilakukan oleh semua perusahaan besar, menengah, kecil dengan basis di Jakarta maupun daerah," tutupnya.

Rekomendasi