Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai perekonomian global tahun depan masih akan menghadapi perlambatan. Imbasnya pada Indonesia, roda pertumbuhan dari sisi perdagangan belum berkontribusi signifikan."China diperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini 6,5 persen. Perkiraan tahun depan, 6,2 persen. Amerika Serikat meningkat, tetapi ujungnya seperti apa nanti kita lihat," ujarnya di acara Outlook Ekonomi Indonesia Tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/11).Menko Darmin menambahkan ekonomi dunia beberapa waktu terakhir, tepatnya setiap tiga bulan, juga selalu dikoreksi ke bawah. Menurutnya, perlambatan ekonomi global ini disebabkan dua indikator yakni kondisi politik dan kerentanan pasar keuangan dunia.Menko Darmin melanjutkan, untuk Indonesia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 sebesar 5,02 persen disebabkan belum maksimalnya belanja pemerintah. Dia menegaskan, pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi akan lebih bergairah."Kuartal IV akan lebih baik didukung dari sektor pertanian sehingga ekonomi nasional tumbuh 5,3 sampai 5,4 pada kuartal IV sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,1 persen," jelasnya.
Darmin prediksi gejolak dunia masih ganggu pertumbuhan RI di 2017
Darmin prediksi gejolak dunia masih ganggu pertumbuhan RI di 2017. Dia menilai perekonomian global tahun depan masih akan menghadapi perlambatan. Imbasnya pada Indonesia, roda pertumbuhan dari sisi perdagangan belum berkontribusi signifikan.
Rekomendasi