Dapat dana dari IPO, Sriwijaya Air tambah jadwal terbang ke China

"Mendatangkan penerbangan rute panjang dengan pesawat berbadan lebar untuk ke China dan negara dekat ASEAN dulu."

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Dapat dana dari IPO, Sriwijaya Air tambah jadwal terbang ke China
Sriwijaya Air. ©2014 merdeka.com/arie basuki

PT Sriwijaya Air berencana mencari dana segar dari pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Rencana tersebut diperkirakan akan terlaksana pada Maret 2017.

Pendiri dan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Salah satunya dengan menambah rute panjang seperti penerbangan ke China dan kawasan ASEAN lainnya.

"Mendatangkan penerbangan rute panjang dengan pesawat berbadan lebar untuk ke China dan negara dekat ASEAN dulu," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/9).

Selain itu, perusahaan juga berencana melayani penumpang umrah pada 2017 dengan membuka rute Jakarta-Jeddah lantaran besarnya pasar di Tanah Air. "Menerbangkan umroh dan haji kalau terlaksana apapun terjadi," ungkap Chandra.

Pada tahun ini, Sriwijaya Air fokus untuk merengkuh penumpang di tujuh destinasi wisata, seiring dengan meningkatnya minat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Tujuh destinasi wisata tersebut antara lain Ternate Maluku Utara, Sorong Papua Barat, Pulau Komodo Nusa Tenggara, Belitung, Pangkal Pinang, Silangit Sumatera Utara, dan Pinang Island Malaysia.

Perusahaan juga memperbanyak jumlah rute berjadwal dari dan ke China sejalan dengan tingginya minat wisatawan Negeri Tirai Bambu itu berkunjung ke Indonesia. Yakni menjadi enam rute dari sebelumnya empat rute.

Rekomendasi