Luhut soal reklamasi: Ini kepentingan nasional, tak akan dihentikan

Luhut telah mengizinkan proyek reklamasi pantai Utara Jakarta dilanjutkan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Luhut soal reklamasi: Ini kepentingan nasional, tak akan dihentikan
Menko Polhukam Luhut Panjaitan datangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan telah memberi izin untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Menurutnya, kelanjutan proyek tersebut untuk kepentingan nasional, dan bukan hanya untuk DKI Jakarta.

Luhut menegaskan pihaknya telah melakukan penelitian dan saat ini tanah di Jakarta mengalami penurunan hingga 7,5 sentimeter (cm) tiap tahunnya. Sehingga, diperlukan bendungan untuk mencegah terjadinya banjir rob. Nantinya, bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air Jakarta sebanyak 40 persen.

"Ini untuk kepentingan nasional. Tidak ada alasan untuk tidak meneruskan," ujar Luhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).

"Kemudian kalau ada masalah mengenai kabel PLN itu masih dikaji dan dapat di rekayasa engineering. Temperatur air bisa dipertahankan antara 39-30 derajat," tambahnya.

Terkait nasib nelayan, Luhut mengklaim, pemerintah akan menyediakan hunian, biaya untuk sekolah anak hingga kapal berjumlah 1.900 unit yang akan dihibahkan ke nelayan.

"Kami hitung ada 12.000. Semua akan diurus dengan baik. Mereka akan dapat rumah, kemarin sudah dipaparin. Mereka dapat bantuan sekolah anaknya. Apalagi ya, banyak. Kapal mereka sudah diberikan 1.900-an kapal," kata Luhut.

Tak hanya itu, lanjutnya, para nelayan nantinya bisa melaut dengan jarak 10 hingga 12 kilometer (km) dari lokasi yang biasa jadi tempat penangkapan ikan nelayan.

"Nanti mereka memang kalau di daerah itu tidak bisa melaut lagi. Karena sudah tercemar dari dulu. Jadi mereka melaut 10-12 kilometer dari tempat sekarang," pungkasnya.

Rekomendasi