Bos BI sebut korporasi Tanah Air dalam kondisi mengkhawatirkan

"Sektor korporasi juga mencatat perlambatan kredit dan peningkatan NPL," ucap Agus.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Bos BI sebut korporasi Tanah Air dalam kondisi mengkhawatirkan
Agus Martowardojo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Bank Indonesia (BI) mencatat sektor korporasi Indonesia dalam kondisi mengkhawatirkan. Ini terlihat dari meningkatnya rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) dan melambatnya pertumbuhan kredit.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengakui, penurunan kinerja korporasi berdampak pada loyonya keuangan pemerintah. Sebab, setoran pajak korporasi semakin berkurang.

"Korporasi yang melemah juga mempengaruhi terbatasnya ruang fiskal," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (30/5).

Agus mengungkapkan, melemahnya kinerja korporasi disebabkan oleh perlambatan ekonomi. Imbasnya, daya beli masyarakat melemah sehingga kinerja penjualan korporasi menyusut.

"Sektor korporasi juga mencatat perlambatan kredit dan peningkatan NPL," tuturnya.

Namun, Agus menambahkan ada dua sektor korporasi yang tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi. Mereka ialah infrastruktur dan properti.

Rekomendasi