Sebanyak delapan maskapai membentuk aliansi penerbangan murah di Singapura. Persekutuan yang diberi nama "Value Alliance" ini bertujuan meningkatkan pangsa pasar penerbangan hemat di dunia.
Adapun 8 maskapai anggota value alliance adalah Scoot dan Tigerair (Singapura), Cebu Pacific (Filipina, Jeju Air (Korsel). Kemudian Nok Air dan NokScoot (Thailand), Tigerair (Australia), dan Vanilla Air (Jepang).
"Aliansi akan menawarkan lebih banyak destinasi ketimbang aliansi maskapai lain," kata Campbell Wilson, Chief Executive Officer Scoot, seperti diberitakan Nikkei, hari ini.
Ide pembentukan aliansi ini berawal ketika Nok Air dan Scoot membentuk joint venture pada 2014. Kala itu mereka mengadopsi sistem online dari perusahaan software United Kingdom, Air Black Box, memungkinkan pemesanan tiket penerbangan murah dari sejumlah maskapai secara real time.
"Pada akhirnya, ini memerkuat kami dalam berkompetisi dengan franchise maskapai penerbangan murah, semacam Malaysia Air Asia dan Jetstar yang terafiliasi dengan Qantas," kata Katsuya Goto, Presiden Vanillai Air.
Aliansi pan-regional pertama di dunia ini total memiliki 176 armada. Mereka mengklaim bisa menghubungkan sepertiga dunia atau sekitar 160 daerah tujuan. Tahun lalu mampu mengangkut 47 juta penumpang.
Kerja sama aliansi masih sebatas penjualan dan distribusi. Dengan kata lain, kerja sama aliansi belum menyentuh persoalan check-in bagasi antarmaskapai atau program untuk pelanggan loyal atau common mileage program.
Kerja sama itu baru memungkinkan jika terjadi kesepakatan antarmaskapai anggota aliansi.
Patee Sarasin, CEO Nok Air, mengatakan aliansi ini belum kuat. Regulasi dan infrastruktur udara masih menjadi kendala utama aliansi untuk memperdalam kemitraan.