Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan pertama (Januari-Maret) 2016 sebesar Rp 146,5 triliun. Angka ini meningkat 17,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 124,6 triliun.
Realisasi investasi sebesar itu mampu menyerap 327.170 pekerja Indonesia. Tersebar di proyek investasi domestik sebanyak 136.560 pekerja, sisanya, sebanyak 190.610 pekerja berada di proyek investasi asing.
Secara total, penyerapan naik 3,08 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 315.229 pekerja.
Penyerapan pekerja di Jawa masih besar, sekitar 180.850 orang. Namun, itu turun sebesar 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Sementara, penyerapan pekerja dari luar Jawa tercatat sebesar 146.320 orang. naik naik 17,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA Jawa Barat menempati posisi teratas dengan jumlah yang diserap 42.460 orang. Sedangkan untuk PMDN penyerapannya sebesar 12.922 tenaga kerja, di bawah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan," ujar Kepala BKPM franky Sibarani, dalam keterangan pers, Senin (2/5).
"Kontribusi investasi asing di Jawa Barat mencapai Rp 22,52 triliun, sedangkan sisanya Rp 6,08 triliun merupakan kontribusi dari Penanaman Modal Dalam Negeri."
Dia menambahkan, Jawa Barat memiliki sebanyak 960 proyek investasi, Terbanyak kedua setalah DKI Jakarta sebanyak 1.239 proyek.
"Jakarta memiliki jumlah proyek investasi terbesar diikuti oleh Jawa Barat dan Banten. Jumlah proyek ini penting untuk menunjukkan secara kuantitatif proyek investasi yang direalisasikan di suatu daerah."