Kala Rachmat Gobel mencandai pekerja menuntut bonus

Setiap pekerja memiliki kontribusi terhadap kemajuan atau kebangkrutan perusahaan.

Pramirvan Datu Aprillatu
Kala Rachmat Gobel mencandai pekerja menuntut bonus
Bos Panasonic Rachmat Gobel. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Setiap pekerja memiliki kontribusi terhadap kemajuan atau kebangkrutan perusahaan. Maka itu, perusahaan memiliki kewajiban untuk mengembangkan kemampuan pekerja.

Setidaknya begitulah yang dirasakan Rachmat Gobel, Chairman Panasonic Gobel.

"Harus ada pemahaman kalau kita bicara keuntungan yang bikin itu karyawan. maka itu perlu pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka," kata mantan menteri perdagangan tersebut dalam diskusi bertajuk: PHK dan Perekonomian Kita, Jakarta, Sabtu (6/2).

Terkait itu, dia bercerita mengenai pengalamannya saat menghadapi karyawannya yang meminta bonus lantaran perusahaan untung sekitar 1-2 persen. Itu terjadi saat krisis keuangan krisis keuangan menampar Asia, awal 2000.

"Saya gelar apel pagi dan bertanya kepada semua pekerja yang hadir 'siapa diantara kalian tak pakai produk Panasonic?' ternyata banyak yang angkat tangan," kata Rachmat.

Rachmat kembali bertanya kepada para pekerja itu, "Mengapa? kan kalian bekerja disini."

"Harga Panasonic mahal," kata Rachmat menirukan jawaban para pekerja kala itu.

"Nah, kan berarti Anda jangan minta bonus dan kenaikan gaji kalau begitu," balas Rachmat yang sejurus kemudian mengundang tawa pekerja.

Rekomendasi