Asosiasi petani tolak rencana impor gula 200.000 ton tahun depan

Alasannya, ketersediaan atau stok gula nasional masih cukup hingga lima bulan ke depan.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Asosiasi petani tolak rencana impor gula 200.000 ton tahun depan
gula pasir. shutterstock

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak adanya rencana pemerintah mengimpor gula kristal putih (GKP) sebanyak 200.000 ton pada 2016. Alasannya, ketersediaan atau stok gula nasional masih cukup hingga lima bulan ke depan.

"Dewan Pimpinan Nasional APTRI menolak rencana pemerintah untuk mengimpor GKP. Penolakan tersebut didasarkan pada stok gula yang masih mencukupi," ujar Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/1).

Berdasarkan hasil pemantauan APTRI, pada awal 2016 stok gula nasional sebanyak satu juta ton dan masih akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan. Untuk itu, APTRI menilai pemerintah tidak harus melakukan impor gula kristal putih.

"Kebijakan impor gula akan memperparah tata niaga gula nasional, karena kondisi saat ini masih terjadi rembesan gula rafinasi di pasar konsumsi dan masuknya gula ilegal dari daerah perbatasan," kata dia.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Soemitro, seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan masalah pengawasan di pasar konsumsi, sehingga tata niaga gula nasional bisa menjadi lebih sehat.

"Kami menilai, kebijakan importasi tersebut akan menurunkan gairah petani tebu untuk meningkatkan produktivitas," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPN APTRI Nur Khabsyin mengatakan APTRI juga menyoroti kebijakan pemerintah yang mendorong industri skala kecil dan menengah (IKM) untuk menggunakan gula rafinasi melalui distributor. Menurut dia, kebijakan tersebut dianggap merugikan para petani, karena dikhawatirkan akan menjadi sumber kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi dengan jumlah yang lebih besar.

"Kami mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana impor gula kristal putih sebanyak 200.000 ton melalui Bulog pada 2016, dan membatalkan rencana distribusi gula rafinasi untuk industri kecil dan menengah melalui distributor," kata Nur.

Rekomendasi