Bos Apindo: Jumlah kamar hotel di Indonesia terbesar se-ASEAN

Pengusaha meminta pemerintah menyeriusi pengelolaan sektor pariwisata guna menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Bos Apindo: Jumlah kamar hotel di Indonesia terbesar se-ASEAN
ilustrasi hotel. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Atiketta Sangasaeng

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani, optimistis sektor pariwisata bisa menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan. Apalagi, saat ini, harga komoditas dunia masih mengalami kemerosotan sehingga kinerja ekspor tak bisa diandalkan.Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga saat ini Indonesia masih tercatat sebagai negara di Asia Tenggara yang memiliki kamar hotel terbesar. Indonesia tercatat memiliki sekitar 270.500 kamar hotel.Menurutnya, jika mampu dioptimalkan dengan baik, ketersediaan kamar hotel ini akan menjadi penunjang pengembangan sektor pariwisata."Indonesia jumlah kamarnya terbesar se-ASEAN. Kalau di Thailand hanya 200 ribu. Bahkan India di bawah kita jumlahnya. Ini sebuah potensi jika kita mampu mengoptimalkannya dengan baik," ujarnya di Kantor Apindo, Kuningan, Jakarta, Senin (14/12).Haryadi menyebut Indonesia sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan pendorong pertumbuhan ekonomi. Dia menyarankan agar pemerintah sudah harus fokus pada sektor lain yang punya potensi lebih besar."Jika dulu Indonesia banyak bergantung pada ekspor komoditas mentah, maka sudah saat ini pemerintah fokus ke sektor lain yang punya potensi besar seperti pariwisata," kata dia."Jadi selalu di dalam dunia ekonomi selalu ada titik keseimbangan baru. Jadi di satu sisi yang namanya komoditas sedang turun. Tapi di lain pihak ada sektor lain seperti pariwisata," sambungnya.Haryadi 'pede' jika jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia akan terus mengalami peningkatan ke depannya, sehingga bisa memenuhi target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019."Saya pede tidak sampai 2019 mungkin target 20 juta wisman bisa tercapai. Apalagi ada bebas visa, jumlah armada penerbangan, dan kamarnya sudah mencukupi untuk menampung besarnya wisatawan," tutupnya.

Rekomendasi