Roda perekonomian di Yunani semakin parah setelah dinyatakan bangkrut dan ditolaknya dana bantuan utang dari IMF dan Eropa. Industri media mulai terdampak. Koran di negeri Para Dewa ini kehabisan kertas dan terancam gulung tikar.
Perbankan di Yunani sudah tutup dua minggu dan melumpuhkan transaksi keuangan. Suplai kertas tidak bisa masuk karena pembayaran via transfer tidak bisa dilakukan. Selain itu, ketersediaan uang tunai juga sudah menipis.
Salah satu koran di Yunani, Empros terancam tutup karena tak ada kertas. Saat ini saja, media dengan penjualan terbesar ini sudah mengurangi jumlah lembar koran dari biasanya 20 jadi 16 lembar saja.
Chief Executive Empros, Manolis Manolas berharap perbankan di Yunani bisa segera beroperasi. "Kita sangat bermasalah pada suplai kertas. Pemasok tidak bisa kirim karena belum bayar. Transfer di bank sekarang diblok," kata Manolas seperti dilansir dar CNBC, Jakarta, Jumat (10/7).
Koran lain seperti The News of Lesvos juga mengatakan mengalami hal sama. Media ini sangat khawatir stok kertas di Yunani akan segera habis.
"Kita tidak bisa mendapatkan kertas dan ini akan habis dalam beberapa hari ke depan," ucap Stelios Staikos dari The News of Lesvos.
Perbankan di Yunani sudah dua pekan terakhir tak beroperasi. Ini merupakan langkah pemerintah untuk mengamankan stok uang tunai dan mempertahankan modal bank dikala bangkrut.
Masyarakat Yunani hanya boleh mengambil uang di ATM dengan jumlah dibatasi yaitu hanya USD 60 per hari. Ini berdampak pada panjangnya antrean hampir di semua ATM di Athena. Meski demikian, perbankan di Yunani tetap saja kehabisan uang tunai.