Sabtu, 9 Mei 2015, bakal menjadi momen membahagiakan buat Andrenta. Pegawai swasta itu akan melangsungkan pernikahan dengan pujaan hati bernama Yunita (29 tahun) di salah satu gedung di Jakarta.
Andre merasakan hal sama seperti dialami kebanyakan calon pengantin. Resah karena modal tak cukup untuk menutupi biaya nikah yang kian meninggi.
Hingga akhirnya datang informasi: Lembaga pembiayaan nikah bernama wedlite bisa menyediakan jalan keluar.
"Ada kebutuhan untuk pembiayaan wedding, saya juga kaget ada jasa pembiayaan nikah ini, karena sebelumnya belum pernah ada. Ini seperti ada jawaban dari Tuhan," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, kemarin.
Dia pun kemudian mendaftar lewat situs resmi wedlite. Dengan melewati sejumlah prosedur, Andre akhirnya mendapat dana talangan sebesar Rp 60 juta untuk menutupi biaya paket pernikahannya yang mencapai Rp 87 juta.
"Saya pakai BPKB mobil buat jaminan," katanya. "Lega sekali, sebelum nikah, semua biaya sudah lunas. Jadi pikiran bisa tenang untuk menyiapkan hal-hal lainnya. Sangat membantu Wedlite ini."
Abednego Pramudito, pendiri wedlite, mengatakan pihaknya hanya perlu dua hari untuk mengecek kebenaran data aplikasi calon klien. Jika aplikasi diterima, klien harus mengisi formulir pencairan dana dan data vendor pernikahannya.
"Kami ada tim survei. Selama dua hari survei akan dilakukan apakah aplikasi calon nasabah diterima atau ditolak."
Wedlite tidak memberikan dana tunai. Tetapi langsung melakukan pembayaran ke vendor sudah ditunjuk klien.
"Setelah form diisi dan disubmit, Wedlite akan mentransfer langsung biaya pinjaman pernikahan nasabah ke vendor yang tidak harus rekanan kami."