Anak buah Jokowi akui naiknya harga beras karena raskin telat

Raskin pada November dan Desember tidak di suplai karena tidak ada jatah.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Anak buah Jokowi akui naiknya harga beras karena raskin telat
Jokowi hadiri pelepasan beras miskin di Perum Bulog. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyangkal kenaikan harga beras terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Menurut Sofyan, kenaikan tidak harga beras tidak normal hanya terjadi di DKI Jakarta saja.

Kenaikan harga beras di Jakarta terjadi karena kurang suplai. "Karena kita kurang suplai saja," kata Sofyan di Jakarta, Senin (2/3).

Sofyan mengakui, pada bulan November 2014 dan Desember 2014, pemerintah tidak memberikan beras mikin (raskin). Padahal, biasanya tiap bulan pemerintah menyalurkan raskin 230 ribu ton tiap bulannya. "Tapi pada November dan Desember tidak di suplai karena tidak ada jatah lagi di 2014. Sehingga kemarin berkurang suplai 464 ribu ton," ujarnya.

Kekurangan suplai ke pasar menyebabkan harga melonjak. Atas kondisi itu, pemerintah akan kejar ketertinggalan dengan mengeluarkan semua stok raskin yang ada. "Ini harus dikejar, jadi kemarin itu memang ada kekurangan suplai ke pasar, itu yang sebabkan harga naik tidak wajar, tapi sekarang ini lagi kita kejar, semua raskin harus dikeluarkan sebagaimana seharusnya," tambahnya.

Meski dikeluarkan semua, pemerintah mengklaim masih mempunyai stok untuk menjaga harga. Untuk bulan Februari masih ada 160 ribu ton dan Maret mencapai 232 ribu ton. Sofyan mengklaim bahwa jumlah itu akan meningkat bulan ini lantaran akan telah memasuki musim panen raya. "Awal Maret kita sudah mulai panen raya, akhir Maret akan terjadi panen raya dan April akan jadi panen raya, pada saat itu harga beras akan normal kembali," tutupnya.

Rekomendasi