Anak buah Jokowi klaim ada kemajuan pengelolaan energi nasional

Menteri ESDM Sudirman Said mencontohkan, salah satu kemajuan adalah menggeser subsidi dari konsumtif ke produktif.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Anak buah Jokowi klaim ada kemajuan pengelolaan energi nasional
Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK sudah menjalankan roda pemerintahan lebih dari 100 hari. Sepanjang tiga bulan pertama pemerintahannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklaim keberhasilan pembenahan pengelolaan energi nasional.

Dia menyebut lima rekomendasi reformasi sektor energi nasional. Pertama, perbaikan institusi dan kebijakan di sektor energi. Kedua, landasan hukum yang pasti. Ketiga, pembangunan infrastruktur energi. Keempat mendorong energi terbarukan. Kelima, pembangunan domestik market untuk gas yang selama ini lebih besar untuk diekspor.

"Rekomendasi ini memang sudah mengalami berbagai kemajuan, menjelaskan Indonesia sudah mencapai berbagai progress. Contohnya menggeser subsidi dari konsumtif ke produktif," ujarnya di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (17/2).

Kemajuan lain, kata dia, pembangunan institusi yang diwujudkan pemerintah melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk sektor listrik.

"Untuk energi terbarukan sudah ada, di bidang gas kita baru menerapkan base komite yang menjadi lembaga," jelas dia.

Dia juga mengklaim, kebijakan pemerintah mengenai program pembangunan 35.000 MW listrik mendapatkan respons baik dari pelaku bisnis sektor energi. Namun diakuinya, pemerintah tidak bisa sendirian menjalankan semua program perbaikan sektor energi.

"Indonesia akan butuh mitra melakukan reformasi di sektor energi, dan IEA (Forum yang menganalisis mengenai kebijakan-kebijakan negara) ini bisa kita ambil best practice-nya untuk melakukan dialog," ungkapnya.

Rekomendasi