PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah meresmikan fasilitas Top Blown Rotary Converter (TBRC) yang dapat mengekstraksi logam emas dan logam-logam berharga lainnya seperti selenium, paladium, platinum dan lain-lain dari produk anode slime. Fasilitas tersebut untuk menambah nilai tambah dalam negeri sesuai dengan Undang-undang Minerba nomor 4 tahun 2009."Pengoperasian TBRC juga merefleksikan strategi Antam dalam mengintensifkan pendapatan dari komoditas emas setelah sebelumnya melakukan ekspansi bisnis emas retail melalui Butik Emas LM dan penyediaan jasa gold depository BRANKAS," ujar dia dalam acara peresmian fasilitas TBRC di Jakarta, Senin (19/1).Teddy menegaskan fasilitas TBRC, dengan nilai proyek USD 500.000 ini, mampu mengolah 500 ton anode slime per tahun. Dengan asumsi rata-rata kandungan logam emas 1 persen di setiap ton anode slime. Dengan begitu, Antam akan mendapatkan tambahan 5 ton emas di luar produksi yang sudah ada saat ini berasal dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung. "Di masa depan Antam berencana untuk meningkatkan kapasitas pengolahan menjadi 2.000 ton anode slime per tahun untuk meningkatkan volume ekstraksi emas," kata dia.Dia menambahkan pengolahan anode slime oleh Antam merupakan hal strategis, mengingat selama ini anode slime langsung diekspor keluar negeri. Maka dengan pengolahan di dalam negeri akan berujung pada peningkatan pendapatan negara."Melalui peresmian fasilitas TBRC, Antam berharap adanya dukungan dari pemerintah terutama dalam hal pengenaan PPN mengingat proyek anode slime merupakan salah satu proyek strategis Antam sebagai salah satu katalisator industri nasional," pungkas dia.
Tingkatkan nilai tambah, Antam resmikan fasilitas ekstraksi emas
Perseroan menegaskan dengan pengolahan di dalam negeri akan berujung pada peningkatan pendapatan negara.
Rekomendasi